Hukum Keber Ari Gayo Pendidikan Terbaru

Diduga Ada Politik Balas Budi Pada Rotasi Kepsek, Jang-Ko ; Jangan Hancurkan Pendidikan Aceh Tengah!


TAKENGON-LintasGAYO.co : Koordinator Jaringan Anti Korupsi Gayo (Jang-Ko) Maharadi, menduga adanya politik balas budi pada penrotasian 230 Kepala Sekolah mulai dari tingkat TK, SD sampai ke SMP di Aceh Tengah yang dilakukan pada hari ini Selasa 8 Januari 2018, oleh Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar.

“Dugaan tersebut bukan tanpa dasar, dari daftar nama yang tersebar luas di media sosial, kami ada sejumlah guru yang kapasitasnya perlu dipertanyakan menjadi Kepala Sekolah (Kepsek),” tegas Maharadi.

Bukan mustahil, kata Maharadi lagi, politik balas budi paska terpilihnya Shabela menjadi Bupati Aceh Tengah, telah dijalankan pada proses permutasian kepala sekolah hari ini.

“Ada beberapa guru yang langsung naik menjadi kepala sekolah, disini perlu kita pertanyakan, apakah yang bersangkutan telah mengikuti seleksi melalui program Cakep sebagaimana diatur oleh aturan yang dikeluarkan Menteri Pendidikan? Jika tidak, pasti politik balas budi dijalankan oleh Bupati Aceh Tengah saat ini,” tegasnya.

Lain hal, Maharadi melihat ada sejumlah Kepsek yang dirotasi ke sekolah lain, padahal memiliki kemampuan yang baik dalam memimpin sekolah.

“Tapi kepsek ini diganti dan dipindah ke sekolah lain. Apa karena sekolah itu tadi banyak siswanya dan anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) nya besar dan dekat dengan pusat kota, sehingga masuk kepala sekolah lain yang memimpin sekolah tadi. Ini sangat kita sayangkan,” ujar Maharadi.

Ia pun menengaskan, bahwa politik balas budi dalam dunia pendidikan sangat tidak relevan, karena bisa menghancurkan dunia pendidikan di Aceh Tengah.

“Bisa jadi, Kepsek yang ganti tadi diduga tidak mendukung saat Pilkada kemudian diganti dengan yang mendukung. Jika ini terjadi sangat kita sayangkan, secara aturan PNS tidak boleh berpolitik dan harus bersikap netral, tapi kebanyakan kami melihat itu diacuhkan. Saya pribadi miris melihat jika pendidikan daerah ini dicekoki politik. Mau dibawa kemana pendidikan anak-anak kita. Jangan hancurkan pendidikan kami,” tandas Maharadi.

[Darmawan]

Comments

comments