Opini Terbaru

Perawat Bukan Pembantu Dokter

Oleh : Rahmat Andika, S.Kep, Ns*

Perawat bukan pembantu dokter, tetapi sebagai partner dokter. Memang tidak ada yang mengatakan secara terang-terangan bahwa perawat adalah pembantu atau asisten dokter, Banyak pihak yang sering salah mengartikan tentang arti sebuah profesi perawat, salah satunya masyarakat. Tetapi kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pekerjaan perawat yang sebenarnya membuat sebagian besar masyarakat masih merasa bahwa perawat adalah pekerjaan yang tugasnya membantu dokter dan sebagai bawahan atau asisten.

Perawat adalah sebuah profesi yang setara dengan profesi kesehatan lainnya termasuk dokter. Perawat merupakan suatu profesi di bidang kesehatan yang memiliki kemampuan tanggung jawab dan kewenangan dalam melaksanakan dan memberikan perawatan kepada pasien yang mengalami masalah kesehatan.

Jika dilihat dari sudut pandang berdasarkan jenjang pendidikan yang ditempuh, perawat ialah seseorang yang telah menyelesaikan pendidikan minimal setara Diploma III (D3) atau Sarjana Strata 1 (S1), dan Program Ners baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Bahkan saat ini perawat sudah memiliki Program Pendidikan Pascasarjana ( S2 ), dan spesialis, serta pendidikan Doktoral bidang Keperawatan ( S3 ), yang program pendidikannya sesuai dengan standar keperawatan dan diakui oleh pemerintah Indonesia. Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 1996, perawat dan bidan adalah tenaga keperawatan yang merupakan salah satu dari tujuh tenaga kesehatan yang diakui di Indonesia.

Memang, disiplin ilmu perawat dan dokter hampir mirip, tentunya berbeda di bagian pendalaman ilmunya. Dokter tentu lebih mendalami ilmu-ilmu kesehatan secara menyeluruh, tetapi perawat memiliki kemampuan serta kewenangan melakukan tindakan keperawatan berdasarkan bidang keilmuan yang dimiliki dan memberikan pelayanan kesehatan secara holistic dan profesional untuk individu, keluarga, kelompok atau masyarakat baik dalam keadaan sehat maupun sakit, Sebagaimana diatur oleh UU no 38 thn 2014 tentang Keperawatan. Perawat berkewajiban memenuhi kebutuhan pasien meliputi bio-psiko-sosio dan spiritual. Hal ini tidak dimiliki seorang dokter yaitu pengetahuan tentang cara memperlakukan pasien dan meninjau pasien secara lengkap.

Untuk menjadi perawat bukan hal yang mudah, apalagi untuk meningkatkan citra perawat di mata masyarakat. Pada umumnya sebagian masyarakat masih sering menilai perawat tidak memiliki ilmu dan tidak mandiri. Penilaian semacam ini bisa disebabkan oleh beberapa hal. Salah satunya karena ketidak-tahuan masyarakat akan tugas-tugas perawat. Tugas perawat yang langsung bersentuhan dengan pasien memengaruhi gambaran masyarakat terhadap tugas perawat secara keseluruhan. Kebutuhan pasien terlebih dengan tingkat ketergantungan yang tinggi, sangat membutuhkan bantuan perawat. Peran perawat masih sering nampak dalam kegiatan pasien sehari-hari seperti makan-minum, mandi, buang air besar/kecil.

Sepertinya, tugas keseharian perawat seperti ini yang membentuk pandangan masyarakat menilai tugas seorang perawat tidak lebih dari seorang pembantu rumah tangga. Masyarakat tidak mengetahui keahlian perawat yang sesungguhnya.

Seorang perawat harus memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang keperawatan. Sesuai dengan perannya, perawat memiliki kewenangan untuk memberikan asuhan keperawatan kepada orang lain berdasarkan ilmu dan praktik yang dimilikinya. Menjadi seorang perawat merupakan salah satu pekerjaan yang mulia, dengan memberikan perawatan yang benar sesuai dengan ilmu yang dimilikinya.

Jadi perlu di ingatkan kembali bahwa perawat bukanlah pembantu dokter, tetapi sebagai partner atau mitra kerja dokter. Coba bayangkan jika perawat tanpa dokter, rasanya tidak mungkin pelayanan akan berjalan optimal, apalagi sebaliknya dokter tanpa perawat. Saya sebagai perawat berharap agar penilaian terhadap tugas-tugas perawat yang selama ini salah dapat dipahami dan dimengerti oleh masyarakat. Dan saya sangat bangga menjadi seorang perawat, karena perawat merupakan suatu profesi yang mulia.

*Mahasiswa Pascasarjana Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara, Konsentrasi Keperawatan Medikal Bedah.

Comments

comments