Zahra Fitri Dina urum keluarga beluh liburen ku Danau Lut Tawar. Si mu ton i Kute Takéngon. Pakéa merencana mujerang masam jing
[Puisi Bahasa Gayo] Jelen ku Haji
[Puisi Bahasa Gayo] Jelen ku Haji Salman Yoga S Baur empus mukarang den tanoh rata Mutamas kerpé Tanoh item simunijon ulung Tuhen
[Puisi] Pesan Terakhir
[Puisi] Pesan Terakhir Assyfa Azzahra Rasa sakit pedang Menusuk-nusuk hati Engkau yang tak pernah meronta dengan satu katapun Setiap pesan dan kata
[Puisi Bahasa Gayo] Tilok Nume Munjruh
[Puisi Bahasa Gayo] Tilok Nume Munjruh Hasrin Z Bersah Tilok nume turuh Ujung ni jejari rupen bepembubuh Taring bise wan beden tubuh
[Puisi] Kehangatan Tanpa Sekat
[Puisi] Kehangatan Tanpa Sekat Anjun R Ketika fajar menyingsing, suara bumi memanggil, membuka tirai malam yang berat, menyuguhkan cahaya pada wajah-wajah yang
[Puisi Berbahasa Gayo] Semala Naru
[Puisi Berbahasa Gayo] Semala Naru Taufik Ismail Ara semala naru mudenang Ari kiding ayunen Sawah ku tepi kuburen hamba Kuburen hamba bile
[Puisi] Tanah Rinduku
[Puisi] Tanah Rinduku Riza Amri Menapaki jejak di atas tanah rantau ratusan hari dengan langit yang sama, tapi hawanya kian sunyi. Langkahku
- Sebelumnya
- 1
- 2
- 3
- 4
- …
- 211
- Berikutnya
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.







