TAKENGON-LintasGAYO.co : Dua siswa kelas XII SMAN 1 Takengon, Fedya Jelila dan Amelya Destia Putri, berhasil mengharumkan nama sekolah dan Indonesia dalam ajang International Invention Innovation Competition in Canada (iCAN) 2026.
Keduanya dibimbing oleh Hellyda Fitri, S.Pd. menurutnya, kompetisi inovasi tingkat dunia edisi ke-11 yang diselenggarakan oleh Toronto International Society of Innovation and Advanced Skills (TISIAS) di Kanada ini diikuti oleh inovator dari 55 negara dengan ribuan peserta dan 763 karya riset berskala global.
“Karya-karya di kategori pertanian ini dinilai pada 29 Agustus 2026 lalu melalui presentasi dan presentasi video. Dari 763 total pendaftar awal, kategori ini bersaing ketat hingga menghasilkan pemenang medali Gold, Silver, Bronze, serta penghargaan khusus internasional dari berbagai asosiasi penemu dunia seperti WIIPA , IFIA , OCIIP, dan lain-lain,” kata Hellyda, Jum’at 23 Oktober 2026.
dikatakan, dalam ajang bergengsi tersebut, tim siswa ini menyabet Silver Award pada kategori Agriculture and Food melalui proyek riset ilmiah berjudul Acetic acid based bio fungicide from coffee fruit waste.
Tidak hanya membawa pulang medali perak, hasil riset ini juga dianugerahi penghargaan khusus (Special Award) dari Organization for Creativity, Innovation and Invention Promotion (OCIIP) Afrika atas gagasan inovatif yang dinilai memberikan dampak positif bagi keberlanjutan sektor pertanian.
“Penelitian yang diusung oleh Fedya dan Amelya berfokus pada pengolahan limbah buah kopi menjadi cairan bio-fungisida berbasis asam asetat. Produk ini dirancang sebagai alternatif ramah lingkungan untuk menanggulangi serangan jamur pada tanaman tanpa merusak ekosistem tanah,” katanya.
Sementara itu, Plt Kepala SMAN 1 Takengon, M Yusup, S.Pd mengatakan, seluruh rangkaian riset hingga penyusunan laporan internasional ini berjalan di bawah bimbingan intensif Hellyda Fitri, S.Pd., guru kimia yang mengarahkan proses eksperimen laboratorium.
“Ajang iCAN Kanada merupakan platform tahunan bergengsi yang menilai tingkat kebaruan, dampak sosial-ekonomi, serta potensi penerapan praktis dari sebuah inovasi. Keberhasilan meraih dua penghargaan sekaligus di tengah kompetisi internasional yang ketat ini membuktikan daya saing dan kualitas riset generasi muda Indonesia di kancah dunia,” tegas M Yusup.
Ia pun mengapresiasi capaian kedua siswa tersebut. Sekolah kata dia lagi, terus mendukung inovasi dan prestasi siswa.
“Ya, kita akan tetap memberikan dukungan penuh bagi siswa-siswi SMAN 1 Takengon, yang ingin berinovasi dan berprestasi,” tandas M Yusup.
[Darmawan]





