BANDA ACEH-LintasGAYO.co : Sekretaris Jenderal Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Aceh Tengah (IPPEMATA), Riza Amri, menyampaikan keprihatinannya atas tidak adanya tokoh Gayo yang dilantik sebagai pejabat Eselon II di lingkungan Pemerintah Aceh.
Menurut Riza, kondisi tersebut cukup disayangkan mengingat harapan masyarakat terhadap keterwakilan daerah dalam struktur pemerintahan provinsi selama ini terbilang besar.
Ia menilai kehadiran figur dari berbagai wilayah, termasuk Gayo, penting untuk memperkuat rasa keadilan dan kebersamaan dalam tata kelola pemerintahan.
Meski demikian, Riza menegaskan bahwa jabatan Eselon II merupakan bagian dari Aparatur Sipil Negara (ASN) yang proses pengisian dan penetapannya mengedepankan prinsip profesionalitas, kompetensi, serta mekanisme sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Kami berharap pejabat yang telah dilantik benar-benar memiliki kapasitas, integritas, dan profesionalitas yang layak, serta mampu menjalankan amanah secara optimal demi kemajuan Aceh secara menyeluruh,” ujar Riza dalam keterangannya, Senin 2 Maret 2026.
IPPEMATA juga menekankan bahwa pembangunan Aceh ke depan harus tetap berlandaskan prinsip keadilan dan pemerataan tanpa membeda-bedakan wilayah tertentu. Menurutnya, pembangunan yang inklusif menjadi kunci dalam menjaga stabilitas sosial serta memperkuat solidaritas antardaerah di Aceh.
Secara khusus, IPPEMATA berharap perhatian serius tetap diberikan kepada wilayah Gayo, terutama dalam konteks pemulihan pascabencana. Sejumlah daerah di kawasan tersebut diketahui mengalami dampak yang cukup signifikan, sehingga diperlukan kebijakan yang responsif, terukur, dan berkelanjutan.
Riza menyebutkan bahwa percepatan pemulihan infrastruktur dan kondisi sosial-ekonomi masyarakat di wilayah Gayo harus menjadi prioritas, agar kesenjangan pembangunan tidak semakin melebar.
Sebagai organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan, IPPEMATA menyatakan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan pembangunan daerah secara konstruktif. Pihaknya juga bertekad memberikan kontribusi pemikiran demi terwujudnya Aceh yang adil, maju, dan berdaya saing di masa mendatang.
[FA]





