[Puisi Bahahasa Gayo] Shahriar Behjat Tabrizi – Iran Ghazal
Kao sawah-nyawangku kuikhlasen kin kao, ketapé sana kati seni?
Wahai sigere setie, mukune sat seni, ketike aku nge rapuh gere berdeye?
Kao lagu penawar penyakit kati pulih si sawah setelah Sohrab wafat.
Betapa kejam, ini siseharusé lebih mulo-sana kati sat seni?
Muripku gere ara mukemewahen “serloni atau lang
Aku henye jamu serlo-sana kati munantin lang?”
Wahai si galaki até, masa mudengku nge kuserahen kupesonamu;
Seni beluhmi, turuhen pesona oya kusimemude- sana kati mempermaikanku ilen?
Ah, moripni singket den penuh ketidak pastian,
Sana kati gere iroiko cinta si demikien mugile lagu aku empué?
Bahkan gairah Frhad akan tunuk penuh pengunen;
Wahai bibir si lungi, sana mubeles kuaaku urum pit den geli naté?
Wahai kelem perpisahen, kelem si munusuh nomé ari matangku,
Mukune kao munayunen ilen nasibku wan nyayien kejam si olok bengi?
Langit muguncang jep pertemuen para pecinta;
Lalu mukune denie ini sendiri gere ruluh tepur?
I musim gugur perpisahen, wahai bulbul si berduke,
Ongot adalah tene kesetieen-mukune turah metuk gelana?
Wahai Shahriar, kao gere penah berangkat tanpa kekasihmu;
Perjelenen ini lagu jelen menuju Lao Pengadilen-mukune kao beluh seseréng? *[SY]*
Tabriz, Sayyid Mohammad-Hossein Behjat Tabrizi adalah penyair besar Iran kelahiran tahun 1906 dan wafat pada tahun1988 di Teheran dan dimakamkan di Maqbaratoshoara atau Mausoleum of Poets di Tabriz (sebuah tempat peristirahatan hampir 400 penyair, sufi serta tokoh budaya ternama. Nama kepenyairannya dikenal dengan nama Shahriar dan merupakan salah satu tokoh paling bersinar dalam sejarah kesusastraan modern Iran dan Azerbaijan.
Karya dan dedikasinya setiap tahun memperingati oleh rakyat Iran sebagai salah satu penyair paling terkenal dalam sejarah modern Iran pada 18 September yang diambil dari tanggal wafatnya dan menjadi hari resmi sebagai Hari Nasional Puisi dan Sastra Persia.
Dalam sebuah pertemuan pada tahun 2006 dengan panitia kongres peringatan seratus tahun kelahiran Shahriar, Pemimpin Revolusi Islam Ayatullah Sayyid Ali Khamenei yang wafat pada awal Maret 2026 menyebut Shahriar sebagai penyair besar Iran. Menurutnya Khamenei, menghormati Shahriar berarti menghormati puisi Persia, dan ia menegaskan bahwa Shahriar adalah penyair besar yang bait-bait puisinya mencerminkan kebijaksanaan. Sumber: Mehr News. Penerjemah: Ali Hadi Assegaf. Perjemah ke dalam Bahasa Gayo: Salman Yoga S.





