TAKENGON-LintasGAYO.co : Seorang remaja diketahui bernama Sejahtera (16 tahun) nyaris terseret arus sungai saat melintas membawa hasil panen duriannya, Senin 12 Januari 2026 kemarin.
Sejahtera merupakan warga Kampung Kute Reje, Kemukiman Wihni Dusun Jamat, Kecamatan Linge, Aceh Tengah, harus membawa hasil panennya dengan melewati aliran sungai deras.
Pasalnya, bencana hidrometeorologi yang meluluhlantakkan sebagian besar wilayah Aceh Tengah, membuat jembatan di wilayah Linge banyak terputus.
Mau tak mau, masyarakat yang kebunnya selamat dari amukan bencana harus mengangkut hasil panennya melewati sungai, sebagai penopong ekonomi.
“Masyarakat di Kemukiman Wihni Dusun Jamat, yang kebunnya selamat dari bencana harus berjuang melintasi aliran sungai yang cukup deras,” kata Sertalia yang merupakan putra asli setempat, Rabu 13 Januari 2026.
Sertalia sempat memvideokan bagaimana perjuangan Sejahtera yang mengangkut durian yang dia gendong, saat melintas di aliran sungai hingga nyaris hanyut.
Beruntung remaja pejuang itu dengan sigap melepas gendongan duriannya, hingga akhirnya bisa menahan derasnya aliran sungai dan selamat.
“Saat ini kebun yang selamat dari amukan bencana menjadi penopong ekonomi sebagian kecil warga di kemukiman ini, salah satunya adalah durian dan kopi robusta,” terang Sertalia.
Warga lainnya, Judan (45) dari Kampung Delung Sekinel mengatakan, tidak semua warga dapat menembus ke lokasi perkebunan.
“Hanya mereka yang memiliki kemampuan yang dapat menyeberangi sungai dan mampu meniti batu cadas yang bisa tembus lokasi perkebunan,” ujarnya.
Saat ini, banyak kopi dan durian dibiarkan begitu saja disana tanpa di panen oleh pemiliknya.
“Buah kopi sudah merah dan banyak yang sudah jatuh ke tanah, kemudian durian pun di biarkan saja di bawah pohon membusuk dengan sendirinya,” kata Judan.
Judan berharap, Pemkab sesegera mungkin dapat melakukan pemulihan paska bencana, agar ekonomi masyarakat bisa kembali normal, meskipun dia sadar itu tidak akan berjalan dengan mudah.
[Darmawan]





