T. Mirzuan : Supaya Pariwisata Maju, Kita Harus Jual Budaya Gayo – Alas

oleh

TAKENGON-LintasGAYO.co : Setelah sebelumnya menolak wawancara dengan LintasGAYO.co, pasca pelantikan PJ Bupati Aceh Tengah, redaksi kembali mencoba menghubungi T. Mirzuan untuk permintaan wawancara, dan kali ini permintaan wawancara tersebut disambut baik oleh yang bersangkutan.

Dan inilah petikan wawancara antara anggota Dewan Redaksi LintasGAYO.co, Win Wan Nur dengan PJ Bupati Aceh Tengah, T. Mirzuan.

LG : Assalammu’alaikum pak bupati, ini sudah boleh dipanggil pak bupati kan?

TM : Walaikumsalam, siapa ini?

LG : Ini saya lagi pak, Win dari LintasGAYO.co

TM : Oh ya, bagaimana?

LG : Sebelumnya selamat dulu, sudah dilantik menjadi PJ bupati Aceh Tengah. Jadi begini pak, di daerah kita kan banyak sekali informasi simpang siur di daerah kita, karena rata-rata belum kenal bapak. Ada kesan pemerintah pusat dan Aceh tidak ingin orang Gayo mengelola daerah ini. Suasana agak panas, bagaimana cara bapak memperkenalkan diri.

TM : saya siap membangun negeri, jangan kita terpecah-pecah dengan kesukuan, mari kita berangkulan bekerja sama bersama membangun daerah ini.

LG : Baik, saya pikir sebelum bapak ditunjuk menjadi PJ Bupati, bapak kan sudah mulai memetakan, kira-kira di Aceh Tengah itu apa saja kendala apa saja potensinya. Apa tawaran bapak untuk Aceh Tengah, apakah berbeda dengan bupati sebelumnya, atau bapak sudah punya konsep sendiri mungkin, tentang apa yang harus dibenahi dan apa yang akan dilanjutkan di Aceh Tengah pak?

TM : Wisata, wisata itu kan sudah jadi di Aceh Tengah, jadi bagaimana membuat wisatawan merasa nyaman di daerah yang sejuk, bagaimana menggaet mereka datang lebih banyak lagi, apalagi kopi arabika sudah mendunia, jadi kita akan berdayakan UMKM yang sudah ada.

LG : Kalau sejauh ini bapak lihat selama ini kendala apa yang bapak lihat dalam pariwisata Aceh Tengah.

TM : Infrastrukturnya ya, dan kemudian kurangnya menampilkan budaya, kita kurang menampilkan budaya Gayo Alas, jadi mereka melihat sudah ada arung jeram, kalau ada penampilan budaya kan orang jadi punya kenangan.

LG : Ini kendalanya kan waktu kunjung wisatawan yang sangat pendek dan juga kurangnya wisatawan membelanjakan uang di Aceh Tengah. Bapak sendiri bagaimana, apa sudah punya konsep untuk itu.

TM : Jadi ya itu nanti kita sampaikan budaya-budaya itu, budaya Gayo – Alas yang harus kita jual, supaya nanti ketika wisatawan ke sini, ada dibawa pulang.

LG : Apakah nanti rencananya bapak akan menganggarkan APBK untuk itu.

TM : Kita lihat nanti, karena itu kan sudah ditetapkan.

LG : Tapi untuk selanjutnya nanti bagaimana?

TM : Ya nanti itu bagaimana kesepakatan bersama.

LG : Lalu ini kan ini ada isu yang berkembang bapak jadi PJ Bupati sebagai wujud balas dendam kepada pak Nova yang mencopot bapak dari Kadis Perkim.

TM : Oh tentu tidak ada, saya berhubungan baik kok dengan Pak Nova, coba tanya saja nanti pada Pak Nova.

LG : Terus terkait isu bapak masih tersangkut dengan BPK saat masih di Perkim bagaimana pak?

TM : Yang mana itu?

LG : Itu terkait rumah bantuan yang pertanggungjawabannya tidak jelas sehingga bapak dicopot Pak Nova?

TM : Itu ya sebenarnya tidak masalah kalau tidak valid tidak kita bangun rumahnya, udah nanti lagi kita bicara pak.

LG : Ini satu lagi pak..
TM : Ini dari media apa?
LG : LintasGAYO.co pak
TM : O.K, nanti kita ngobrol lagi di Takengon ya!

LG : Satu lagi pak, terkait isu nanti bapak akan datang dengan pengawalan ekstra ke Takengon, bagaimana pak?

TM : Oh nggak ada, biasa aja, lihat saja nanti.

LG : Jadi kapan rencananya bapak akan datang ke Takengen.

TM : Kita tunggu arahan Sekda, udah dulu ya, nanti kita ngobrol lagi di Takengon.

Wawancara pun berakhir, sebenarnya masih banyak daftar pertanyaan yang ingin ditanyakan oleh LintasGAYO.co pada T. Mirzuan, termasuk pandangannnya terkait Tambang Emas Linge, persoalan getah ni pinus, pengelolaan sampah dan lain-lain, tapi karena sepertinya T. Mirzuan tak punya waktu untuk ditanyai lebih banyak, hanya pertanyaan-pertanyaan di atas yang sempat ditanyakan dan dijawab oleh PJ Bupati Aceh Tengah, T. Mirzuan.

[Red]

Comments

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.