Secara Epidemiologi, Aceh Tengah Beresiko Penularan HIV/AIDS

oleh

TAKENGON-LintasGAYO.co : Secara epidemiologi, Kabupaten Aceh Tengah sangat beresiko dengan penularan penyakit mematikan HIV/AIDS.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tengah, dr. Yunasri, M.Kes, kepada wartawan Kamis 20 Oktober 2022 di Aula Dinkes setempat.

Katanya, dengan status Aceh Tengah sebagai tujuan wisata, kemungkinan besar HIV/AIDS bisa dibawa oleh orang luar ke daerah ini.

“Pencegahannya, yakni dengan kesadaran diri sendiri, dengan tidak melakukan sek bebas, narkoba dan lainnya yang bisa memicu tertularnya HIV,” kata Yunasri.

Terkait : Sejak 2006, Jumlah Kasus HIV/AIDS di Aceh Tengah 67 Orang

Lebih jauh dijelaskan, secara teori orang dengan HIV positif, baru diketahui 3 sampai 10 tahun sejak dia melakukan kegiatan beresiko. Kemudian, menjadi AIDS bisa dalam 1-2 tahun kemudian.

“Jadi tidak serta merta, orang yang melakukan kegiatan beresiko HIV, terus dinyatakan positif. Ada rentang waktu tertentu, dan umumnya HIV positif itu tanpa gejala, gejala baru muncul pada sudah menjadi AIDS,” katanya.

Sementara untuk penanganan, hanya dilakukan dengan penyuntikan ARV, untuk menekan perkembangbiakan virus.

[Darmawan]

Comments

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.