Pola Hidup Ala Google

oleh

Oleh : Drs. Jamhuri Ungel, MA*

Kehidupan dalam semua masyarakat dunia mempercayai kalau hasil yang akan didapat tentu dimulai dari usaha, dan hasil yang didapat disesuaikan dengan usaha yang dilakukan, artinya mereka yang berusaha dibidang pertanian pasti akan menghasilkan padi, jagung, sayur-sayuran dan lain-lainnya.

Mereka yang bekerja di bidang tambang pasti akan menghasilkan emas, batu bara, timah, tembaga dan lain-lain, mereka yang berusaha dan bekerja di bidang jasa dipastikan mendapatkan upah dari pekerjaan mereka.

Kemudian hasil yang didapat disesuaikan dengan luas dan sempitnya lahan, lahan yang luas akan mendapatkan hasil yang lebih banyak dibanding dari pada lahan yang sempit, tanaman yang dirawat dengan baik akan mendapat hasil lebih banyak, sistem tanam yang sesuai dengan alam juga akan menghasilkan lebih banyak hasil dari pada menanam pada sembarang waktu.

Alat yang digunakan untuk setiap profesi disesuaikan dengan perkembangan teknologi pada masanya. Masa tradisional menggunakan alat-alat tradisional yang bisa didapatkan pada masa itu, seperti pada zaman batu masyarakat menggunakan alat yang terbuat dari batu dan kayu selanjutnya digunakan untuk mengolah pertanian dan sebagai alat untuk berburu.

Pada masa ini batu dan kayulah menjadi teknologi mereka, kemudian berubah kepada zaman di mana alat-alat pertanian dan berburu terbuat dari besi, pada masa ini mereka sangggup mengadakan dan membuat alat (teknologi) dari besi untuk mengolah tanah, menebang pohon sehingga lebihnya cepat selesai dibanding dari masa sebelumnya.

Kendati alat yang mereka gunakan sudah berubah dari batu atau kayu menjadi besi sesuai dengan kemampuan dan pengetahuan, guna memenuhi keperluan dan tuntutan zaman, namun pada sisi lain sebenarnya mereka belumlah berubah.

Benar bila dikatakan teknologi mereka semakin berkembang dan sangat memudahkan manusia dalam melaksanakan pekerjaan, tetapi kemudahan yang didapat belumlah maksimal karena mereka masih mengandalkan kekuatan fisik mereka. namun mereka pada masa ini tetap menggunakan kekuatan fisik untuk bekerja.

Kemajuan teknologi kini menarik fungsi dari andalan kekuatan fisik dan punya pola yang lebih memperhatikan dan menghargai proses kepada kekuatan pola pikir yang lebih menghargai hasil dan hampir mengabaikan proses.

Inilah sebenarnya yang menjadi, yaitu cepat dan tepat, sedangkan dalam kerangka pola pengutamaan proses dan andalan kekuatan fisik mempunyai semboyan pelan tapi pasti atau pelan-pelan asal selamat.

Perubahan semboyan di atas menunjukkan keutamaan pola pikir apakah mesyarakat fokus berpikirnya pada proses dari satu usaha atau fokusnya pada hasil. Keduanya mempunyai nilai kebenaran tergantung kepada masa masanya.

Membaca pola kehidupan masyarakat sekarang, sebenarnya mereka punya keinginan untuk menyesuaikan diri dengan pola berpikir teknologi saat ini, mereka menginginkan hasil secara cepat didapatkan tanpa harus memperpanjang perjalanan sebuah proses, malahan mereka menginginkan proses itu tidak ada dan langsung mendapatkan hasil akhir.

Sebagai contoh dalam masyarakat agraris mengolah tanah, menanam, merawat, memanen, itu adalah proses yang harus. Tetapi keinginan mereka semua itu tida ada, sampai kepada hasil mereka tidak mau mengolahnya dan yang diinginkan adalah uang.

Demikian juga dengan mereka yang sedang menuntut ilmu, mereka sebenarnya tidak menginginkan sebuah proses, mereka harus datang setiap hari tepat waktu dan juga pulang tepat waktu, harus mendengar, menulis dan berbicara setiap harinya, harus mengerjakan tugas, dan lain-lainnya.

Bukti ketidak inginan mereka dengan proses terlihat ketika ujian tengah semester dan akhir mereka mencari dan mengambil jawaban dari internet (google). []

Comments

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.