Refleksi KMP Aceh Hebat Bagi Pemimpin Aceh

oleh

Oleh : Sahdansyah Putera Jaya*

 Hari Sabtu, 19 Desember 2020 merupakan momen yang membahagiakan bagi pemimpin dan Rakyat Aceh karena Kapal Motor Penumpang (KMP) Aceh Hebat 2 telah bersandar di Ule Lhee dengan selamat.

KMP aceh hebat 2 jenis kapal ferry Ro-Ro berkekuatan 1100 Gross Tonnase (GT) ini mampu menampung penumpang sebanyak 252 orang. Kapal yang panjang 63,7 meter dan lebar 13,6 meter ini mampu membawa 18 unit truk serta 8 mobil jenis sedan, serta puluhan kenderaan roda dua juga mampu memuat berbagai komoditi antar pulau.

KMP aceh hebat 2 dikerjakan oleh PT. Adiluhung Saranasagara Indoesia, dalam waktu 14 bulan sejak penandatangan kontrak 23 Agustus 2019 dengan anggaran sebesar Rp178 miliar.

Ketika tanpa rencana pada hari Sabtu setelah mengajar via Google Classroom saya menyempatkan diri untuk bersepeda ke arah Ule lhe, namun sesampai di pelabuhan saya lihat banyak mobil pejabat yang parkir, ternyata ada Gubernur Aceh Ir. Nova Iriansyah, sejumlah Kepala Dinas, para krue KMP Aceh Hebat 2 serta awak media yang mengabadikan dan meliput keberadaan KMP Aceh Hebat.

Naluri saya hanya ingin mengabadikan dan berfoto di samping KMP Aceh Hebat 2 walaupun saya sadar saya bukan orang hebat. Sejenak setelah saya  pulang di atas sepeda saya berfikir dan tentang masa lalu dan masa akan datang tentang pemimpin Aceh khususnya dengan jabatan Gubernur di Aceh.

Niat awal semua pemimpin di Aceh tentu sangat luhur, ingin memajukan daerah Aceh sehingga kedudukannya tidak kalah dengan provinsi lain di luar Aceh. Pada masa lalu ketika Gubernur Aceh di bawah kepemimpinan Abdullah Puteh ada niat luhur dari Abdullah Puteh melihat infra struktur jalan darat yang tidak memadai serta rentang kendali pemerintahan yang jauh, sehingga diperlukan waktu yang relatif panjang untuk berkunjung ke Kabupaten yang ada di pedalaman atau di daerah paling ujung seperti Aceh Tenggara dan Aceh Singkil. Atas dasar ini maka Abdullah Puteh menggagas Pengadaan helikopter jenis Mi-2 merek PLC Rostov.

Pembelian ini melibatkan seluruh Kabupaten/Kota yang menyumbang anggaran sebesar Rp700.000.000.- (tujuh Ratus Jutar Rupiah). Pengadaan tersbeut tidak punya kendala sehingga pengadaanya cara penunjukan langsung kepada PT Putra Pobiangan Mandiri senilai US$ 1,25 juta.

Namun ada kejanggalan setelah helicopter tersebut tiba di Indonesia ternyata Pesawat helikopter MI-2 yang dipesan Abdullah Puteh sudah overhaul alias turun mesin.

Heli yang dipesan Puteh, yang membuat Puteh dinonaktifkan dan dihukum 10 tahun penjara, itu sudah tidak baru lagi. Status mesin helikopter MI-2 merek PLC Rostov dari Rusia yang sudah overhaul .

“Mesin kiri sudah seribu jam terbang dan mesin kanan bahkan sudah 1.200 jam terbang. Jadi sudah 200 jam lewat overhaul,”. Selain juga harga helikopter MI-2 pesanan Provinsi Aceh dengan harga Rp 12 miliar, sedangkan TNI AL membeli seharga Rp 6 miliar.

Pada masa Gubernur Irwandi Yusuf juga diadakan even Aceh Marathon, yang niat awalnya untuk mempromosikan Aceh ke seluruh dunia agar menjadi tujuan wisata, sehingga dapat mendongkrak pendapanat daerah dari sektor pariwisata.

Untung tak dapat di raih dan malang tidak dapat ditolak  kegiatan inilah menjadi penyebab terbongkarnya dua perbuatan korupsi atas Gubernur Irwandi, yaitu suap dan gratifikasi. Kasus suap dalam perkara ini, Irwandi didakwa menerima suap dari sebesar Rp 1,05 miliar. Uang itu diberikan agar Irwandi menyerahkan proyek-proyek di Kabupaten Bener Meriah yang dibiayai Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) ke pengusaha-pengusaha asal Bener Meriah yang berasarkan dakwaan dan pertimbangan hakim bahwa dari uang suap sebesar RP1.05 miliar  sebesar senilai Rp500,000,000.- (lima ratus juta) mengalir ke kegiatan Aceh Marathon.

Sementara atas tindakan suap yang ia lakukan, jaksa mendakwa Irwandi dengan pasal 12 huruf a Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korups. Atas gratifikasi tersebut, Irwandi didakwa telah melanggar pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Ketika para gubernur Aceh  tersandung korupsi dengan pengadaan helikopter dan kegiatan Aceh Marathon sambil mengayuh sepeda pulang ke rumah saya juga berdoa’a agar tidak ada lagi Gubernur Aceh baik sekarang maupun yang akan datang terperosok pada lobang yang sama (korupsi), bukankah Abdullah Puteh dahulunya telah mendarat di Lembaga permasyarakatan lewat jalur udara (pengadaan Helikopter) serta Irwandi Yusuf masuk ke Lapas Suka Miskin lewat jalur darat (Marathon) dan semoga tidak ada lagi Gubernur kita yang masuk Lembaga Permasyarakatan lewat jalur laut.

Semoga Aceh hebat sebagaimana  tulisan yang terpampang pada lambung KMP Aceh Hebat 2, dan semoga Provinsi  Aceh menjadi hebat dan maju sperti di bawah kepemimpinan Sultan Iskandar Muda.  Amiin ya Rabbal Alamin, Wallahu a’lam.

Comments

comments