Ikebeta : Stop Diskriminasi Untuk Pekerja Keyboard

oleh

TAKENGON-LintasGAYO.co : Ikatan Kesenian Bersama Takengon (Ikebeta) meminta untuk tidak ada pihak yang mendiskriminasi pekerjaan mereka di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

Bertemu LintasGAYO.co, Selasa 23 Juni 2020 di Takengon, pengurus Ikebata yang terdiri Ketua Ikebeta, Rella Dika Varoga (Ola), Koordinator Umum Juli Munthe dan Penasehat Ikebeta, Irwansyah, mengatakan bahwa saat di Aceh Tengah sudah sudah ada pesta yang memakai hiburan keyboard.

“Walau begitu, kita juga tidak mengabaikan protokol kesehatan. Saat ini personil keyboard  paling banyak hanya 7 orang,” kata Juli Munthe yang menjadi perwakilan Ikebata.

Dalam menjalankan protokol kesehatan,  pihaknya telah mengatur beberapa hal diantaranya memakai masker, menjaga jarak di panggung, menyediakan sarung micropon yang diganti setiap menyanyi, menyediakan disinfektan dan meniadakan atensi (permintaan menyanyi).

“Kami sangat taat aturan, yang perlu diketahui, personil setiap keyboard tidak ada yang lebih dari 7 orang. Sangat kecil sekali,” tegasnya.

Menurut Juli Munthe, saat ini ada 1700 jiwa yang menggantungkan hidup dalam bidang ini, mereka mencari sesuap nasi dan menggantungkan nafkahnya dalam usaha ini.

“Kalau memang keyboard di larang kami juga meminta objek wisata ditutup, pasar pekan ditutup, cafe-cafe ditutup dan angkutan luar daerah di stop,” tegasnya.

Yang perlu diperhatikan kata Juli Munthe lagi, adalah memperketat pengawasan orang masuk ke Aceh Tengah, dengan tetap mempertahankan status zona hijau.

“Jadi kalau orang luar diperketat masuk ke Aceh Tengah, kita akan bisa bekerja seperti biasa,” katanya.

Dilanjutkan lagi, Ikebata juga sudah melayangkan surat Gugus Tugas Covid-19 Aceh Tengah dan Ketua DPRK terkait hal tersebut.

“Surat juga akan kami layangkan kepada  Bupati, Kapolres, Dandim, Kejaksaan dan MPU Aceh Tengah,” terangnya.

“Jangan ada yang mendiskriminasi kami dalam mencari nafkah,” tandasnya.

[Darmawan]

Comments

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.