Catatan : Muhammad Nasril, Lc, MA*
Mereka tak hanya mendidikmu menjadi seperti sekarang ini, menggapai cita cita, ada di berbagai profesi, tapi mereka juga mendidik anak anakmu, yang semestinya menjadi kewajibanmu. Mereka tak mengharap banyak darimu, kadang cukup sedikit peduli dari dermawan atau pemerintah, itu cukup bagi mereka, melanjutkan abdinya untuk anak anak bangsa.
Mereka bukan malaikat, mereka manusia biasa seperti kita, tapi mereka luar biasa dalam pengabdian. Kita mungkin hanya mudah memakinya saat anak kita kena tegur atau harus mendapatkan hukuman akibat kesalahan yang ia lakukan. Bahkan orang orang tertentu tajam ke mereka, menghiraukan alasan alasan logis mereka dengan alasan ham perlindungan anak, mereka datang dengan berbagai kecaman untuk sosok itu, mungkin saja ia lupa kalau dia berada diposisi itu juga karena sosok guru.
Banyak mereka bertahan dalam serba kekurangan, hanya mendapatkan syafaat alakadar saja, tapi mereka tak mempermasalahkan itu, mereka tetap fokus pada tujuannya, pengabdian, ya pengabdian untuk pendidikan anak anak negeri.
Sewajarnya saat mereka salah atau khilaf kita tak langsung murka ke mereka, tahan sejenak emosi itu atas 1000 kebaikan yang telah mereka lakukan untuk anak anak kita, karena mereka adalah manusia seperti kita yang tentu ada salah.
Tahan sedikit emosimu untuk mereka, apalagi di zaman seperti ini, 4.0 katanya, kita yang semakin acuh, kalau bukan mereka siapa lagi yang akan peduli dan mendidik anak anak kita.
Berbagai kekurangan, hambatan dan rintangan mereka jalani dalam pengabdian untuk pendidikan anak anak kita, tak mereka keluhkan saat kondisi pahit, maka sewajarnya kalau tak bisa membantu jangan hina apalagi menyakiti mereka.
Sejatinya kita sebagai orang tua/wali anak yang di didik oleh tangan tangan dingin mereka menjadi benteng terdepan untuk membela mereka, berbisik kepada pemangku kepentingan akan kesejahteraan mereka, bukan malah cacian dan tangan melayang ke mereka.
Pendidikan anak negeri bukanlah semata tanggung jawab mereka dan pemerintah, tapi tanggung jawab kita bersama, orang tua dan semua pihak dalam memajukan pendidikan anak bangsa harus mengambil peran, bukan ditangani mereka saja.
Menjelang hari guru Nasional 2019, guru dan tenaga kependidikan Aceh menyumbang kado terindah, Para pahlawan tanpa tanda jasa itu berhasil menoreh prestasi gemilang dan mengharumkan nama Aceh di kancah Nasional, *Selamat Guru….*
Namun, juga ada pilu jelang HGN ini, guru masih saja menjadi sasaran amukan orangtua/wali murid, seperti pemukulan yang terjadi terhadap guru di salah satu kabupaten di Aceh, terlepas dari siapa benar dan siapa salah, menghantam fisik itu salah dan jelas salah. Oh Tuan, kalaupun mereka bersalah atau tak cocok denganmu dalam mendidik anak anak mu jangan kasari mereka, jangan hujat mereka, sampaikan dengan cara terbaik untuk perbaikan, apalagi mungkin ada diantara mereka ada yang lalai akan tugas mulia itu.
Untuk semua para guru, selamat Hari Guru Nasional 2019, terimakasih untuk semua orang yang pernah mendidik kami walau itu satu kebaikan, satu pesan hikmah, terimakasih untukmu para guru yang telah bersabar dalam mendidik dan mengajarkan kami, mulai dari cara membaca dan menulis, cara membaca kitab Suci Al Qur’an, berjuang dengan susah payah memahamkan kami matematika, mengajarkan kami tauhid yang benar, ilmu agama dan ilmu ilmu lainnya.
Semoga Allah jadikan itu semua catatan dalam buku amal baikmu, dan jalanmu menuju SyurgaNya.
Untuk Guru kami yang sudah duluan meninggalkan kami, semoga dijadikan kubur mu Raudhah, taman syurga. Amin. Bagi guru kami yang masih bersama kami, Maafkan kami atas segala kesalahan dan kealpaan, padahal jarak mu tak jauh dengan kami, tapi kami lupa melihatmu, maafkan kami guru.
Untuk kita yang pernah menjadi siswa, yang pernah di didik oleh orang lain atau yang sedang menempuh jenjang pendidikan maka hormati dan Memuliakanlah Gurumu, janganlah mengurangi rasa hormatmu terhadap mereka karena kamu melihat setitik kekurangannya, jangan dendam, benci karena beda pendapat, urusan dunia dan lainnya. Mereka yang telah menuntunmu, ingatlah dan doakan sepanjang hayatmu, sampai kapanpun guru tetaplah guru yang harus dimuliakan, tidak ada kata “mantan guru” dalam kamus kita seorang pelajar.
Terimakasih guru-guruku, semoga Allah menjaga dan memudahkan segala urusanmu. Amin. []
#Selamathariguru
#Terimakasihguru
#HGN2019