TAKENGON-LintasGAYO.co : Dalam rangka menyambut hari raya iedul adha Jumat 01 September 2017 bertepatan dengan 10 Dzulhijjah 1438 H, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tengah melalui Kasi Bimas Islam Drs.H Salman, menugaskan H.Harun Usman,Lc sebagai khatib Iedul Adha di lapas Kelas II B Takengon.
Dalam uraian khutbahnya, Harun menyampaikan bahwa salah satu makna yang terkandung dalam pelaksaan Iedul Adha, kata “Ied” yang berarti kembali, mengingatkan tujuan kita dihadirkan oleh Allah SWT ke permukaan bumi yaitu untuk mempersembahkan ibadah terbaik kepadaNya (Adz-zariat 56) dalam beribadah harus betul betul ikhlas karena Allah seperti yang di isyaratkanNya dalam surat Al-an’am 162, “Sesungguhnya shalatku,ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah karena Allah, oleh karena itu aku diperintahkan dan aku termasuk orang-orang yang berserah diri.”
Dalam mencapai kesempurnaan ibadah itu hendaklah senantiasa mewujudkan Ketaatan,kesabaran dan pengorbanan, Harun dalam khutbahnya itu mengatakan bahwa keberadaan kita ditempat ini merupakan salah satu ketetapan Allah, tidak lain dan tidak bukan agar Allah tahu yang mana diantara hambaNya yang paling baik dalam melalui semua ujian keimanan tersebut sebagaimana QS:Al-mulk:02.
Ia juga menyampaikan bahwa sebagai seorang muslim kita diajarkan untuk menyikapi masa lalu dengan menyesali perbuatan salah dan dosa serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatan dosa tersebut dengan taubatan nashuha, menyikapi masa kini dengan selalu introspeksi diri, meyakini bahwa Allah punya rencana terbaik buat kita jalani, mengerjakan amal baik seperti shalat, berperilaku yang baik sesama napi, menghindari narkoba dan mengikuti pembinaan oleh penanggung jawab lapas, meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah agar Allah memberi jalan keluar atau solusi yang baik dari situasi saat ini, dan yang tidak kalah penting nya berserah diri sepenuhnya kepada Allah, mudah-mudahan selama menjadi warga binaan lapas bisa kembali menyatu dengan keluarga dan masyarakat.
Harun Usman mengatakan bahwa orang yang berada di luar lapas belum tentu lebih baik dari kita yang didalam lapas, karena Allah maha Tahu semua hambanya, dan pasti keberadaan kita sebagai penghuni lapas merupakan taqdir Allah buat kita, maka kita jalani lah dengan penuh keikhlasan dan kesabaran.
Kepala KUA Jagong Jeget ini memberi contoh pengorbanan Ibrahim AS yang membawa anak isterinya ke lembah yang tandus, bahkan setelah anaknya dewasa keimanan Ibrahim kembali diuji dengan perintah menyembelih anaknya, ternyata buah dari ketaatan dan kesabaran itu Allah memberi tebusan dengan sembelihan yang besar, begitu juga dengan kita yang menghuni lapas ini, Insyaallah dengan ketaatan dan kesabaran kita. “Semua akan indah pada waktu nya,” pungkas Harun menutup khutbahnya.
Setelah selesai pelaksanaan Iedul Adha warga binaan Lapas Kelas II B Takengon bersalam-salaman dengan pimpinan lapas dan para napi. Dari diskusi ringan dengan Ka.Lapas Bapak Said Syahrul,SH, Lapas Takengon dihuni oleh 451 tahanan dan napi diantaranya dewasa laki-laki 141 orang, dewasa perempuan 10 orang dan tahanan lainnya, Lapas yang kapasitas nya hanya untuk 65 orang dihuni lebih dari 400-an, diantara nya ada terpidana karena kasus pelecehan seksual, pembunuhan dan Narkoba, pak Said juga menyampaikan bahwa pembinaan berupa pengajian rutin dilakukan seminggu dua kali di lapas ini, tapi sebagian pihak merasa takut dan khawatir melakukan pembinaan dengan alasan keamanan.
(Abu Alfaiz)