Pilih Mana, Malam Ramadhan di Mersah atau Nonton Euro di Warung!

oleh
Mersah Al Jihad Asir-Asir 3 tahun silam. (LGco_Khalis)
Mersah Al Jihad Asir-Asir 3 tahun silam. (LGco_Khalis)
Mersah Al Jihad Asir-Asir 3 tahun silam. (LGco_Khalis)

Ramadhan adalah bulan yang suci, penuh berkah serta memiliki kedudukan yang agung bagi muslimin. Untuk tahun 2016, bulan Ramadhan 1437 H, jatuh pada bulan Juni, berbarengan dengan digelarnya perhelatan akbar pertandingan sepal bola di benua biru bertajul EURO 2016 di negeri Napoleon Bonaparte, Prancis.

Pecinta olahraga sepak bola diseluruh penjuru dunia tak lah sedikit. Pecinta sepak bola juga datang dari umat islam. Perhelatan EURO 2016, melakoni pertandingan pada malam hingga dini hari Waktu Indonesia Bagian Barat (WIB) yang disiarkan langsung beberapa televisi baik lokal maupun mancanegara.

Melihat waktu siaran pertandingan EURO dan pelaksanaan Tadarus Ramadhan yang bersamaan, bahkan ada beberapa pertandingan yang diselenggarakan pada saat umat muslim melaksanakan tarawih dan witir, tentu menambah dilema bagi ummat muslim yang menyukai sepakbola.

Tidak satu orang pun yang berani yang menyalahkan EURO yang jatuh pada bulan Ramadhan, karena bagi mereka pecinta bola kaki pasti menunggu kehadiran EURO.

Berikut Perbincangan saya dengan seorang muslim pencinta bola kaki :

Saya : Mau kemana bang ? ( pada waktu selesai sholat tarawih di menasah )

Pencinta Bola : Aku mau nonton Bola dulu,kenapa ? (Tanyanya padaku)

Saya : Oo tidak kenapa-kenapa bang. o iya nggak tadarus ?

Pencinta Bola : nantik kalo pertandinganya enggak enak,aku Tadarus.(ungkapnya dengan Nada tegas)

Pencinta Bola : aku pergi dulu….!!! (segera berangkat dan meninggakan menasah).

Sempat, saya bertanya dalam hati. Sebegitu pentingkah Euro, bahkan meninggalkan salah satu ibadah dalam bulan suci ini.

Waktu telah menunjukan pukul 01.30 Wib dan tadarus pun sudah tidak menggunakan pengeras suara,karena takut mengganggu masyarakat yang tengah beristirahat.

Dan dengan waktu yang bersamaan saya juga sudah merasa sedikit gelisah di dalam menasah,kemudian saya sempatkan berkeliling-keliling kota dengan mengendarai sepeda motor.

Kembali saya berfikir. Kenapa sepi kali menasah dan masjid ini (masjid dan menasah seputaran kota).

Tepat didepan salah satu Rumah Sakit,saya melihat puluhan bahkan ratusan orang memadati warung-warung yang berada di pinggiran jalan.

Dengan rasa penasaran saya mendekati warung tersebut,dan ternyata,puluhan anak manusia ini,sedang menonton pertandingan Euro antara Prancis dan Rumania.

Saya segera mendekati seorang yang bertubuh kurus, tinggi dan hitam. Saya bertanya kepada orang tersebut.

Saya : bang biasanya sampai dengan jam berapa warung ini ramai,apakah pemilik warung ini tidak beristirahat ?

Pemilik warung : biasanya warung ini tutup setelah sahur.kebetulan saya pemilik warung ini,dan untuk waktu istirahat saya adalah pada siang hari.(ungkapnya)

Saya : Oh seperti itu ya ? (tanya saya dengan senyum sinis).

Saya : Sepertinya penghasilan abang juga meningkat ya,dengan adanya piala Euro ini ?

Pemilik Warung : ya tentu saja,karena selalu ramai dengan pengunjung.bagi mereka yang menonton,pastinya mereka memesan makanan atau minuman di warung saya.

Saya : Ohh Apakah ini tidak mengganggu ibadah mereka bang ?

Pemilik Warung : ya tentu saja sedikit mengganggu.tetapi apalah yang bisa kita lakukan,mereka menonton,karena cinta dengan bola,dan saya juga membuka warung untuk mendapatkan keuntungan yang berlipat.(tandasnya).

Malam Ramadhan dan UERO, manakah yang lebih penting?. Bagi ummat muslim yang sadar, tentu akan memilih Ramadhan. Setahun hanya dalam 1 bulan, Ramadhan hadir, penuh berkah dan ampunan. Walaupun EURO digelar 4 tahun sekali, tapi tatanannya sangat jauh berbeda dengan bulan Ramadhan.

Rasulullah bersabda yang artinya : “Apabila suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah (Mesjid) sambil membaca Al-Qur’an dan saling bertadarus bersama-sama,niscaya akan turun ketenangan atas mereka,rahmat Allah akan meliputi mereka,para malaikat akan melindungi mereka dan Allah menyebut mereka kepada makhluk-makhluk yang ada di sisi-nya” [HR.Muslim]

Hadits di atas telah menceritakan tentang kebaikan bertadarus,tetapi masyarakat lebih senang dengan cerita piala Liga Eropa Tersebut.Ramadhan dan Euro merupakan jalan bagi mereka.dan sekarang pilihlah EURO atau Ramadhan.

Jika Hidup hanya sekedar hidup babi dihutan juga hidup, Jika kerja hanya sekedar kerja,kera di Hutan juga kerja. (Buya Hamka)

(Aryanto)

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.