Wacana Kutip Dana Petani Leuser Dipertanyakan

oleh
Ribuan Petani Mendatangi Kantor DPRK Agara beberapa waktu lalu
Ribuan Petani Mendatangi Kantor DPRK Agara beberapa waktu lalu
Ribuan petani mendatangi Kantor DPRK Agara beberapa waktu lalu

Kutacane-LintasGayo.co : Wacana pengumpulan dana untuk Perjuangan Petani Kaki Gunung Leuser (PPKGL) menjadi perbincangan hangat ditengah-tengah masyarakat akhir-akhir ini. Tak urung menuai bermacam kritikan dari berbagai pihak. Pasalnya sebagian petani yang tergabung dalam PPKGL merasa hal itu sebagai kepentingan oknum yang tak bertanggung jawab.

Muslim, Sekretaris PPKGL mengakui wacana pengutipan dana tersebut benar adanya namun belum terlaksana, Dana itu direncana­kan untuk kepentingan biaya perjuangan dalam mempertahankan lahan yang dimiliki petani dari eksekusi Balai Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).

Dana yang diberikan petani yang bersifat sukarela ini diberikan bervariasi. Bahkan, sebagian petani menyerahkan hasil panen coklat, karet dan pinangnya kepada PPKGL untuk dijual dan hasilnya dimanfaatkan dalam perjuangan mempertahankan lahan yang ada.

Dana yang terkumpul juga termasuk untuk kepentingan biaya operasional lembaga dan perjuangan dalam menempuh jalur hukum. “Tidak ada unsur paksaan, semua bersifat sukarela, dan Alhamdulillah sejauh ini kita sudah memasuki tahap musyawarah, dan hasilnya diperoleh kesepakatan bahwa petani akan mengumpulkan dana sukarela tersebut,” ujar Muslim.

Bahkan kata Muslim, memang para petani sudah melakukan musyawarah mengenai hal ini petani tersebut adalah bagian dari PPKGL dalam pengumpulan dana tersebut merupakan hasil keputusan bersama.

Namun, sebagian petani merasa pengutipan dana itu cukup membebani mengingat lahan perkebunan yang tengah diperebutkan dari Balai TNGL belum dapat dimanfaatkan secara maksimal.

“Sekarang kita masih was-was untuk memanfaatkan lahan secara efektif. Alhasil, panen yang kami peroleh menurun sehingga hasil panen yang tak sesuai harapan ini sulit untuk mendongkrak dana kita dalam perjuangan ini,” sebut seorang petani yang enggan menyebutkan namanya.

Bahkan sejumlah petani mulai mengeluhkan pengutipan dana terhadap perjuangan lahan perkebunan dari ancaman eksekusi oleh petugas dari Balai TNGL Kutacane.

“Sebagian petani mulai merasa terbebani atas rencana pe­ngumpulan dana dengan dalih untuk perjuangan mem­pertahankan lahan perkebunan dari ancaman eksekusi petugas Balai TNGL tersebut,” ungkap sumber tersebut. (jubel)

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.