Simpang Jernih-LintasGayo.co : Salahsatu sumber mata pencaharian masyarakat Gayo Simpang Jernih Aceh Timur adalah mencari kayu Candan dan kayu Alim di tengah hutan belantara.
Pekerjaan ntung-untungan yang membutuhkan waktu berhari-hari di tengah hutan ini terpaksa dilakoni masyarakat karena sumber penghasilan lain dari pertanian belum memungkinkan karena akses jalan belum memadai untuk mendukung pemasaran.
Baru-baru ini Pemerintahan Aceh Timur melalui Dinas Kehutanan menyalurkan bantuan bibit Candan atau kayu Alim kepada kelompok tani masyarakat Simpang Jernih. Hal ini juga dilakukan untuk mengantisipasi pembalakan liar di daerah tersebut.
Camat Simpang Jernih, Drs Ahmad MM baru-baru mengatakan ini jumlah bibit yang disalurkan oleh Pemerintahan Aceh Timur sebanyak 8500 bibit di bagi untuk 2 kelompok tani yang masing-masing di pimpin Burhanuddin dan Jamaludin.
Ahmad berharap dengan diberikan bibit Candan dan kayu Alim ini masyarakat Simpang Jernih dapat meninggalkan kebiasaannya lama yaitu menebang kayu secara ilegal. “Manfaatkan bantuan tersebut dengan menanam bibit yang diberikan serta dirawat agar tumbuh dengan baik,” pesan Camat.
Salah seorang Bendahara Kelompok Tani tersebut, Radensyah yang juga mantan Penjabat Geucik Simpang Jernih membenarkan telah menerima bibit tersebut dan sebagian sudah dibagikan kepada masyarakat yang mempunyai ladang untuk ditanami.
Radensyah berharap masyarakat Simpang Jernih serius terkait hal ini karena setelah di tanam maka akan diberikan biaya perawatan hingga bibit tersebut layak panen.
Selain itu, dia berharap sektor pertanian makin digalakkan di daerah tersebut agar tak selamanya menggantungkan hidup dari hasil hutan. “Akses jalan tentu perlu diperhatikan agar memudahkan pemasaran hasil pertanian ke luar dari Simpang Jernih,” tandas Radensyah. (Ismail Baihaqi)





