Website Pemerintah Sarana Komunikasi Efektif Untuk G2C

oleh

Oleh : Ismid Ridha Isma*

Ismid Ridha IsmaGovernment-to-Citizen (G2C) adalah penyampaian layanan publik dan informasi satu arah oleh pemerintah ke masyarakat, Memungkinkan pertukaran informasi dan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah, contohnya G2C : Pajak online, mencari Pekerjaan, Layanan Jaminan sosial, Dokumen pribadi (Kelahiran dan Akte perkawinan, Aplikasi Paspor, Lisensi Pengarah), layanan imigrasi, Layanan kesehatan, Beasiswa, penanggulangan bencana dan lainnya.

Organisasi pemerintah yang berbasis kepada Teknologi Informasi menjadi hal yang sangat penting. Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu. Kekuatan suatu organisasi pemerintahan akan sangat tergantung kepada informasi atau pengetahuan yang dimilikinya, informasi akan menjadi perekat unsur-unsur yang ada dalam suatu organisasi.

Organisasi yang berbasis kepada Teknologi Informasi akan berkembang dengan cepat bersamaan dengan makin tersedianya perangkat komputer yang murah dan mudah didapat. Pada saat ini, kebutuhan akan informasi yang realtime sudah menjadi kebutuhan utama dimana akses informasi tersebut tidak hanya diperoleh melalui komputer (PC), namun bisa juga diakses melalui laptop, handphone dan gadget yang terbaru melalui jaringan internet. Penggunaan internet mempunyai kemampuan menghubungkan keperluan penduduk, pemerintah, dan kegiatan lainnya. Bisa merupakan suatu proses transaksi antara publik dengan pemerintah melalui sistem otomasi, lebih umum lagi dikenal sebagai world wide web.

Sejalan dengan itu, peran dan fungsi pemerintah dalam kerangka mensosialisasikan kebijakan dan informasi yang cepat sangat mutlak diperlukan.

Terkait dengan berita LintasGayo.co sebelumnya : http://mobile.lintasgayo.co/2015/11/05/puluhan-pns-serbu-kantin-batas-kota

Yang mengharapkan pekerja di instansi pemerintahan agar dapat menulis pemberitaan atau menjadi jurnalis merupakan langkah awal yang baik untuk membantu sebuah instansi pemerintahan dalam hal menulis dan memberi informasi kepada publik.

Untuk melanjutkan ide cemerlang tersebut salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan membuat suatu portal website. Dengan adanya website, informasi, komunikasi, dan transaksi antara masyarakat dan pemerintah dilakukan via internet. Sehingga ada beberapa manfaat yang dihasilkan seperti misalnya, komunikasi dalam sistem administrasi berlangsung dalam hitungan jam, bukan hari atau minggu. Artinya, pelayanan pemerintah pada masyarakat menjadi sangat cepat, service dan informasi dapat disediakan 24 jam sehari, tujuh hari dalam seminggu. Informasi dapat dicari dari kantor, rumah, bahkan mobile dimanapun tanpa harus hadir secara langsung. Fungsi ini disebut sebagai fungsi pelayanan pemberian informasi secara G2C (Government to Citizen).

Pada perkembangannya fungsi website diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai sumber informasi yang bersifat pasif, namun diharapkan bisa bersifat dinamis, sehingga fungsi dan peran website menjadi dua arah dan timbul efek timbal balik. Seperti telah di jelaskan dalam Instruksi Presiden No. 3 tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan E-Government, yang mana berangkat dari pemikiran tentang pertimbangan pemanfaatan Teknologi Informasi dalam proses pemerintahan yang diyakini akan meningkatkan efesiensi, efekstifitas, transparansi serta akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan.

Saat ini telah banyak instansi pemerintah pusat dan pemerintah daerah otonom yang berinisiatif mengembangkan pelayanan publik melalui jaringan komunikasi dan informasi dalam bentuk website. Melalui data yang ada di Kementerian Komunikasi dan Informasi dikemukakan bahwa hampir semua Kementerian maupun pemerintah daerah telah mempunyai website. Namun dari segi kemanfaatan maupun fungsi, website tersebut belum dapat ditelaah lebih lanjut apakah website tersebut mempunyai data informasi yang terupdate, bersifat statis ataupun dinamis. Oleh karena itu muncul pertanyaan apakah banyak masyarakat yang benar-benar memanfaatkan dan menggunakan situs website pemda-pemda tersebut untuk mencari dan memperoleh informasi yang dibutuhkan ? Jawabanya diperlukan sosialisasi penggunaan website yang telah dibangun bagi masyarakat luas melalui mekanisme tradisi budaya yang ada agar masyarakat semakin “cerdas” dan “melek” teknologi. Sosialisasi terhadap masyarakat juga perlu di dukung dengan adanya penyediaan anjungan di instansi di bawah pemerintahan kabupaten atau kota seperti di kecamatan dan kelurahan.

Pertanyaan lain yang muncul adalah apakah terjadi keseimbangan antara penyampaian informasi dari pihak pemda selaku komunikator dan kontributor informasi dalam website dengan kemampuan, skill, kebutuhan dan tingkat eksposure masyarakat untuk mengakses internet ? solusi yang dapat dilakukan diantaranya dengan mengadakan sosialisasi dan diklat bagi semua karyawan dilingkungan pemerintahan.

Pertanyaan lain dari segi teknis apakah strategi design website tersebut menarik dalam penampilannya serta mampu diakses secara cepat ? ini juga menjadi permasalahan tersendiri karena website yang tidak kreatif dan sulit untuk diakses akan membuat user malas membukanya. Peluang implementasi IT yang ada ini memunculkan solusi untuk memberikan wadah bagi putra daerah dalam rangka e-government. Dimana masih banyak putra daerah kita yang memiliki kemampuan tapi tak ada tempat untuk menginplementasikan skill, ilmu dan pengetahuanya.

Bagaimana aksesbilitasnya, serta bagaimana strategi pengembangannya? Untuk menjawab hal ini maka sebuah instansi pemerintah seharusnya bisa memamfaakan dan memberikan peluang bagi putra/putri daerah yang kuliah di jurusan teknik informatika universitas gajah putih. Bagi orang informatika untuk trus melakukan strategi informasi berkembang adalah wajib kemudian hal ini sangat menguntungkan bagi pemerintah dan menguntungkan bagi daerah. menguntungkan bagi pemerintah adalah membantu sebuah organisasi instansi dalam membuat dan mengelola sebuah portal website pemerintah tersebut agar informasi yang di sajikan selalu update sedangkan menguntungkan bagi daerah adalah pemerintah secara tidak langsung telah memberikan lapangan pekerjaan bagi putra daerah serta memberikan tempat implementasi mereka untuk menujukan skill, ilmu dan pengetahuanya.

Dari seluruh uraian di ataslah yang memuluskan tahapan e-government ke tahapan Pembuatan aplikasi untuk pelayanan yang bersifat Government to Government (G2G).

Demikianlah resume dari saya mengenai permasalahan peran dan fungsi website pemerintahan sebagai sarana komunikasi yang efektif antara pemerintah dan masyarakat.

*Tenaga IT LintasGayo.co*

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.