
Takengon-LintasGayo.co : Kepala Badan Investasi dan Promosi Aceh, Iskandar mengatakan sebagai daerah produsen kopi terbesar di Indonesia kawasan dataran tinggi Gayo harus menjaga tren positif. Penegasan ini diutarakan mencermati sepak terjang negara Vietnam yang akhir-akhir ini sangat gencar melakukan promosi kopinya.
“Kita harus lawan promosi kopi Vietnam dengan meningkatkan produktifitas dan kualitas Kopi Gayo,” kata Iskandar, senin (12/10) dalam suatu sesi koordinasi para pemangku kepentingan Kopi Gayo di Takengon Aceh Tengah.
Menurut Iskandar, saat ini produksi kopi Vietnam sudah mencapai 2 hingga 3 ton perhektar per tahun, sementara rata-rata kopi Gayo hanya berkisar diangka 720 kilogram perhektar pertahun.
“Bagaimana agronominya, sehingga teknisnya dapat mendukung produksi kopi Gayo yang meningkat dari sebelumnya,” ucap Iskandar.
Sementara Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin mengatakan sejauh ini pihaknya terus mendorong petani untuk meningkatkan produksi dan menjaga kualitas kopi arabica Gayo.
Pihaknya mengakui kuantitas produksi masih relatif rendah dari seharusnya, sehingga hal ini juga berpengaruh terhadap pendapatan petani.”Petani, penyuluh pertanian dan semua pemangku kepentingan terus kita dorong untuk meningkatkan produksi kopi dengan mengoptimalkan luas lahan yang ada saat ini,” demikian Nasaruddin.
Khusus Kabupaten Aceh Tengah luas tanam Kopi mencapai 48.300 hektar dengan jumlah produksi sebanyak 25 ribu ton lebih pertahun. Sebagian besar kopi tersebut diekspor, tercatat ada 20 negara pengekspor kopi arabica Gayo, dengan ekspor terbesar ke Amerika Serikat.(eMKa)