Bambu merupakan benda yang tak terpisahkan dari kehidupan nelayan dan aktivitas manusia di seputaran Danau Lut Tawar, digunakan sebagai pagar, alat tangkap ikan, galah, bahan konstruksi pondok pancing, keramba ikan dan masih banyak lagi kegunaan lainnya.
Di seputaran Danau Lut Tawar sering dijumpai batang-batang bambu yang menancap ditengah perairan yang jumlahnya kadang tidak sedikit. Batang-batang bambu ini oleh masyarakat sekitar disebut dengan “lantak”.
Memasuki perairan danau di kawasan yang terdapat banyak lantak atau pancang bambu ini, harus berhati-hati, dikarenakan banyak lantak yang tidak terlihat bagian ujung atasnya dari permukaan, sehingga berpotensi membayakan jika terkena bagian tubuh orang yang berenang atau dapat menyebabkan perahu menyangkut bahkan terbalik. Namun bagi nelayan dan masyarakat sekitar hal ini sudah dianggap biasa.
Sebagian besar pancang bambu ini berfungsi sebagai penanda wilayah, pagar atau penahan tumbuhan air yang sengaja dipasang oleh nelayan atau masyarakat sekitar sebagai wadah penangkap ikan. Ada juga pancang bambu yang merupakan sisa dari bangunan pondok pancing atau bangunan keramba yang sudah tidak terpakai lagi.
Berikut ini adalah beberapa foto yang sempat diambil oleh LintasGayo.co, di kawasan Danau Lut Tawar bagian barat atau disebelah timur kota Takengon, Minggu 30 Agustus 2015. (Muna).













