Tutup Diklatpim IV Aceh Tengah, Sekda : Alumni Harus Jadi Agen of Change

oleh

Sekda Tutup Diklatpim IV Aceh TengahTakengon-LintasGayo.co : Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Tengah, Karimansyah, SE, MM secara resmi menutup kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklatpim) IV tahun 2015, Jumat, 28 Agustus 2015 di salah satu hotel di Takengon.

Karimansyah mengatakan DIklatpim IV yang berlangsung selama tiga bulan, merupakan kegiatan yang diharapkan mampu menjembatani antara kapasitas aparatur dengan kebutuhan organisasi. “Saat ini organisasi pemerintahan dihadapkan pada tingginya tuntutan pelayanan oleh masyarakat sehingga Diklat ini mampu mencetak pegawai yang berintegritas.” ujar Karimansyah.

Dihadapan sejumlah pejabat dari BKPP Provinsi Aceh dan LAN Regional LAN Banda Aceh, Karimansyah mengatakan dirinya optimis seluruh lulusan Diklat mampu membawa perubahan di instansi masing-masing. “Ini pola baru, dimana peserta diarahkan untuk membuat semacam perubahan, berbeda dengan pola sebelumnya yang terkesan monoton,” katanya.

Alumni Diminta Jadi Agen of Change 

Lebih lanjut, Karimansyah berharap para alumni Diklatpim IV Aceh Tengah mampu menjadi agent of change (agen perubahan) di instansi masing-masing sesuai dengan tuntutan organisasi kepemerintahan.

“Ini pola baru, berbeda dengan pola lama yang cenderung monoton. Diharapkan alumni diklat ini dapat membawa perubahan di instansi masing-masing, setidaknya dilingkup bidang dimana ditempatkan,” ujar Karimansyah.

Harapan itu dikarenakan, selama tiga bulan lebih para peserta sudah digembleng. Oleh karenanya alumnus diklat  harus mampu membawa harapan baru, dimana integritas menjadi bagian yang tak terpisahkan.

“Atasan di kantor sedang menunggu terobosan alumni disini, demikian juga dengan sejumlah staff yang siap menerima bimbingan dan arahan. Yang terpenting, pimpinan instansi saat ini sedang membutuhkan semangat saudara setelah mengikuti Diklat,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris BKPP Aceh Tengah Nukman mengatakan. para peserta telah mengikuti lima tahapan, mulai dari identifikasi masalah hingga benchmarking ke Surabaya. “Sehingga tidak salah jika diharapkan seluruh peserta yang telah mengikuti Diklat dapat menjadi agen pembaharu, agen perubahan di tempat kerja masing-masing”, ujarnya.

(SP/Darmawan)

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.