Perlakuan Kopi Paska Panen di Bener Meriah Rendah

oleh
Kopi Arabika Gayo di tepi danau Lut Tawar. (LGco-Kha A Zaghlul)

Redelong-LintasGayo.co : Perlakuan kopi Gayo paska panen di Bener Meriah di nilai masih rendah. Hal itu diuatarakan, peneliti kopi Indonesia, Dr. Ir. Surip disela-sela memberikan materi terhadap 45 peserta lokakarya penanganan paska panen dan rantai nilai yang digelar oleh Save the Children Bener Meriah, di aula Kantor KP- Gayo, Pondok Gajah, Jum’at 28 Agustus 2015. Kegiatan tersebut berlangsung, 26-28 Agustus 2015.

Menurutnya, petani kopi Gayo khususnya di Bener Meriah, bila dilihat dari lapangan masih enggan melakukan prosesing terhadap hasil panen yang dimiliki, mereka lebih suk menjual gelondongan merah kepada para kolektor atau pedagang pengumpul, Padahal, kata Surip proses perlakuan tersebut memiliki nilai tambah dan dapat menambah pendapatan petani sendiri.

Karenanya,kata Peneliti kopi Indonesia asal Jember-Jawa Tengah ini, diperlukan sosialisasi kepada petani tersebut sehingga perlakuan paska panen dapat dilaksanakan serta menjaga kualitas kopi standar yang diinginkan pasar dunia.

Disinggung tentang harapannya, terhadap peserta yang berasal dari berbagai komponen termasuk penyuluh dapat menerapkan processing paska panen ini, bila perlu disosialisasikan kepada para petani di daerah ini.

“Pada lokakarya ini peserta juga di berikan file visi ke KSU Baburrayan di Pegasing sehingga mereka dapat melihat lebih dekat cara processing kopi yang baik dan benar,” pungkasnya.

(Man | DM)

 

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.