Melunakkan Batu

oleh

Puisi Oleh Amar Ma’ruf Amar 

BATU

Di jalan berjemuran batu
Di sungai berendam batu
Di gunung berbongkah batu
Lalu di laut berkarang batu
Dan akupun berteman batu

Batu hidup dalam diriku
Sungguh aku memiliki setumpuk batu
Batu menjadi jalan dan inspirasiku

Aku menangis dibuat batu
Aku sakit dibuat batu
Aku lelah dibuat batu
Dan terkadang aku disakiti oleh batu

Aku tak tahan dengan batu
Akan tetapi batu masih ingin bersamaku

Menjinak hidup dan menuliskan perjalanan di atasnya [SY]

Banda Aceh, Oktober 2012

Amar MarufAmar Ma’ruf, lahir pada tahun 1986 di Beutung Peulumat Kecamatan Labuhan Haji Timur Tapak Tuan-Aceh Selatan. Sebagai anak yang sudah yatim ia hanya sempat sekolah hingga kelas 1 Sekolah Menengah Pertama (SMP), faktor ekonomi adalah salah satu kendala baginya hingga tidak dapat meneruskan study saat itu. Pasca Tsunami 2004 ia sempat bekerja berpindah-pindah tempat, mulai dari Banda Aceh, Riau, Medan hingga kembali lagi ke Aceh. Keinginan dan hobinya menulis puisi tidak pernah berhenti bahkan terus di asah, ia telah memulainya sejak tahun 2009 silam, bahkan sempat belajar menulis puisi kepada L.K. Ara dan Salman Yoga S, hingga beberapa kali Amar Ma’ruf  turut berpartisipasi membacakan puisi-puisinya di udara bersama RRI Banda Aceh. Puisi “Melunakkan Batu” di atas adalah gambaran pekerjaan yang masih ia geluti hingga saat ini, demi hidup keluarganya.

 

Comments

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.