WNA Penonton Konser “Komunitas Siar Smong” di Bali, Jatuh Cinta pada Rasa Kopi Gayo

oleh
Nandong Ekspresi penonton saat merekam pertunjukan. (LGco_Win Wan Nur)
Nandong Ekspresi penonton saat merekam pertunjukan. (LGco_Win Wan Nur)

Ubud-LintasGayo.co : Setelah berhasil memukau warga lokal Bali pada pertunjukan hari pertama 21 Desember 2014 di Mangsi Coffee. “Komunitas Siar Smong” yang digawangi oleh Seniman Gayo Fikar W.Eda, Jassin Burhan, Yoppi Andri, Yoyok serta Kamaruddin dan Ali Umar, dua seniman Nandong yang didatangkan secara khusus dari Simeulue. Mendapat apresiasi lebih besar pada hari kedua penampilan mereka di Bali.

Pada 22  Desember 2014  “Komunitas Siar Smong” melanjutkan rangkaian tur konsernya di Bali yang mengambil tema “Smong: Konser Maritim Sastra Merekam Bencana.”di Nyuh Kuning, Ubud di kediaman Robil Lim, seorang pekerja kemanusiaan yang banyak membantu masyarakat miskin untuk melahirkan yang terpilih sebagai salah seorang pahlawan di “Kick Andy’s Heroes” edisi kedua.

Berbeda dengan penampilan hari pertama yang ditonton hampir seluruhnya oleh warga lokal Bali. Penonton pada pertunjukan hari kedua ini mayoritas adalah warga Asing yang berdomisili di Bali. Ada yang berasal dari Perancis, Belgia, Amerika Serikat, Italia dan lain-lain.

Fikar dan Pemain Cello Jassin Burhan menikmati Kopi Gayo bersama penggemar. (LGco_Win Wan Nur)
Fikar dan Pemain Cello Jassin Burhan menikmati Kopi Gayo bersama penggemar. (LGco_Win Wan Nur)

Meskipun para penonton ini, hampir seluruhnya tidak mengerti makna dari puisi-puisi yang dibacakan Fikar dan syair Nandong yang dilagukan oleh Kamaruddin dan Ali Umar. Tapi nada lagu pengiring, ekpresi wajah serta suara yang ditampilkan para seniman yang berasal dari provinsi paling barat Indonesia ini dalam menuturkan kearifan lokal dan antisipasi bencana tsunami melalui sastra lisan ini berhasil menghipnotis para penonton yang berasal dari berbagai bangsa ini.

Seorang penonton asal Perancis, Gilles mengaku sengaja merekam seluruh adegan dalam proses pertunjukan ini karena merasa rugi kalau melewatkan satu detik saja dari pertunjukan yang menurutnya sangat langka dan berharga.

Brenda, Muallaf asal Amerika Serikat. (LGco_Win Wan Nur)
Brenda, Muallaf asal Amerika Serikat. (LGco_Win Wan Nur)

Ketika acara usai, para penonton dari manca negara ini berebutan untuk  minta berfoto bersama para artis personel “Komunitas Siar Smong”.  Bahkan, karena merasa belum puas dengan apa yang mereka saksikan. Amelia, salah seorang penonton asal Singapura meminta kepada “Komunitas Siar Smong”, agar setelah seluruh rangkaian Tur selesai, bersedia untuk menambah satu kali penampilan lagi di tempatnya tinggal, Resort Como Shambhala yang merupakan salah satu hotel termewah dan paling mahal di Ubud.

Pasca pertunjukan. Sebagaimana biasanya, para penonton disuguhkan Kopi Gayo  dan tidak mengherankan ketika semua yang mencicipi Kopi Gayo, mengaku langsung jatuh cinta pada rasanya.

Brenda, seorang muallaf asal Amerika Serikat yang telah menjadi warga negara Indonesia dan merupakan distributor makanan Organik dengan komunitas ekspatriat sebagai pelanggan, bahkan terus terang menyampaikan harapannya untuk menjadi penyalur Kopi Gayo di Bali.

Brenda berminat menjadi distributor karena menurutnya, rasa dan budaya yang melatari proses produksi Kopi Gayo akan membuatnya sangat digemari komunitas ekspatriat langgannannya, yang selain mementingkan rasa, juga rata-rata senang mensupport usaha petani kecil, bukan perusahaan besar. (Win Wan Nur)

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.