Pak Nas Pimpin Rapat dari Warkop

oleh
Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin, memanfaatkan grup Facebook sebagai media rapat jarak jauh. (LGco_Muhammad Syukri)
Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin, memanfaatkan grup Facebook sebagai media rapat jarak jauh. (LGco_Muhammad Syukri)

RAPAT dari warung kopi, masa iya? Masalahnya, hubungan antara pejabat publik dengan warung kopi (warkop) cenderung berkonotasi negatif dimata publik. Konotasi negatif itu akibat seringnya pegawai negeri nongkrong di warung kopi saat jam kerja berlangsung. Sampai-sampai beberapa daerah terpaksa mengerahkan Satpol PP untuk menghalau para abdi negara itu kembali ke kantor.

Pernahkah terlintas dibenak kita, ternyata kehadiran seorang bupati di warung kopi bukan untuk ngobrol, tetapi memimpin sebuah rapat penting. Sang bupati tidak perlu pidato, layaknya dalam sebuah rapat. Namun, jarinya yang [pidato] menghasilkan kalimat perintah, arahan dan kesimpulan rapat. Unik memang, tetapi begitulah faktanya.

Siapa gerangan sang bupati itu? Dia adalah Nasaruddin, Bupati Aceh Tengah. Malam itu, Kamis (20/11/2014), dalam perjalanan pulang ke Takengon usai jadi pemakalah pada acara Indonesian International Coffee Symposium (IICS) 2014 di gedung AAC Dayan Dawood, Unsyiah, Banda Aceh, rupanya sang bupati mampir ke sebuah warkop bernama ie koffie yang terletak di jalan Prof A. Hasjmy, Pango, Banda Aceh.

Sambil nongkrong di warung kopi yang dilengkapi fasilitas WiFi itu, dia asyik menekan keypad tabletnya. Dari layar tablet itu terlihat jelas bahwa Nasaruddin sedang membuka laman Facebook. Sekilas orang pasti berpikir bahwa sang bupati sedang facebookan seperti layaknya pengopi lain yang ada di warkop itu.

Dia terus menulis di layar tablet warna silver itu. Kemudian dia berdiskusi dengan seorang stafnya, dan melanjutkan menulis di layar tablet itu. Sesaat dia berhenti, baru melanjutkan obrolan dengan penulis. Dari obrolan itu tersirat rasa khawatir terhadap situasi Aceh Tengah yang akhir-akhir ini curah hujannya diatas normal.

Bupati Nasaruddin mengaku sering melakukan rapat dengan para pejabat daerah Kabupaten Aceh Tengah melalui grup Facebook bernama Forum SKPK Aceh Tengah. Meskipun dia sedang dinas ke luar daerah, rapat dan diskusi tentang berbagai permasalahan terus berlangsung. “Lha, Facebook sedang baik hati, mau menyediakan fasilitas gratis untuk rapat,” kelakarnya.

Dia memperlihatkan topik rapat malam itu. Di grup Facebook tersebut, Bupati Nasaruddin dengan akun Nasaruddin Amanlisa menulis: “Yth para camat, masing-masing di tempat. Harap dilaporkan kondisi hari ini dimasing-masing wilayah terkait curah hujan, apakah ada kejadian bencana longsor?”

Beberapa menit kemudian, sekitar pukul 22.41 WIB, masuk komentar dari Camat Lut Tawar, Nasrun Liwanza yang melaporkan telah terjadi longsor di Kampung Gunung Suku. Longsor itu telah mengakibatkan rusaknya kebun warga.

pak nas chat
Capture dialog Bupati Nasaruddin dengan Camat Lut Tawar, Nasrun Liwanza di grup Facebook terkait bencana longsor

Bupati Nasaruddin segera merespon laporan itu dengan menulis komentar: “Ka BPBD, besok tugaskan staf untuk cek lapangan ke Kampung Gunung Suku Kecamatan Lut Tawar.”

Bupati Nasaruddin mengakui bahwa media jejaring sosial ini sangat membantu sebagai alat rapat dan koordinasi antar instansi dan jajarannya. Semua kepala SKPD yang tergabung dalam grup itu dapat memonitor perkembangan terkini, termasuk dapat mengetahui masalah yang dihadapi sejawatnya.

“Kita wajibkan kepada semua kepala SKPD untuk mengupload gambar saat mereka bertugas, baik di kantor maupun di lapangan,” ungkap mantan Kadis Pertanian Aceh Tenggara itu.

Bupati Nasaruddin menambahkan, melalui media jejaring sosial ini, pihaknya dapat melakukan rapat kapan dan dari mana saja. Lebih-lebih hampir semua wilayah di Aceh Tengah sudah terjangkau jaringan seluler. Jadi, tambah Nasaruddin, tidak ada alasan bagi kepala SKPD untuk tidak memonitor aktivitas di grup Facebook itu.

Menyangkut dengan keluhan masyarakat, ditampung di grup yang mana? Sudah ada laman Dinding Saran di Facebook, atau bisa juga menulis surat yang dialamatkan ke kantor Bupati Aceh Tengah, Jalan Yos Sudarso No.10 Takengon, kata Nasaruddin.

Bagi pengguna Facebook, silahkan menuliskan keluhannya di laman Dinding Saran itu. Nanti admin dari laman itu akan mengkopi keluhan-keluhan tersebut, dan ditempelkan ke wall grup.

“Saya akan perintahkan kepala SKPD terkait untuk menangani keluhan-keluhan itu,” tegas Nasaruddin. (Kompasiana)

Comments

comments