Takengon-LintasGayo.co : Animo masyarakat ingin melihat langsung acara wisuda yang digelar Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam Negeri (STAIN) Takengon cukup tinggi, buktinya ruas jalan Yos Sudarso tempat pelaksanaan wisuda tersebut sempat terjadi kemacetan.
Selain ramainya masyarakat yang hadir petugas parkir menyampaikan bahwa dirinya bersama rekan- rekannya kerepotan mengatasi banyaknya kenderaan yang memadati arena parkir.
Salah seorang keluarga wisudawan dari Kecamatan Silih Nara Kabupaten Aceh Tengah kepada LintasGayo.co, Sabtu (25/10/2014) mengatakan dirinya bersama keluarga sengaja mencarter kenderaan untuk menyaksikan prosesi wisuda salah seorang anggota keluarganya.
“Kami bersama rombongan ingin melihat langsung proses wisuda anak- anak kami dan acara ini belum tentu satu atau dua tahun digelar,” katanya.
Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam Negeri (STAIN) Gajah Putih Takengon, DR. Zulkarnaen M.Ag dihadapan para wisudawan yang disaksikan Wakil Bupati Aceh Tengah dan Bupati Bener Meriah dan masyarakat dari empat Kabupaten itu mengatakan saat ini terdapat 2.523 mahasiswa aktif di STAIN Gajah Putih Takengon.
“Hal tersebut menjadi salah satu bukti bahwa animo masayakat cukup tinggi menyekolahkan anaknya ke Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Gajah Putih Takengon. Para Mahasiswa tersebut berasal dari berbagai daerah di Aceh khususnya dari Kabupaten Aceh Tengah , Bireun, Bener Meriah, Gayo Lues, Kota Cane dan daerah lainnya,” ujarnya.
Perkembangan yang begitu pesat ini, ungkap Zulkarnain, STAIN kedepan dituntut untuk lebih proaktif apalagi dengan persaingan yang penuh dengan kompetitf. Karenanya telah menjadi penting bagi STAIN Gajah Putih untuk menambah beberapa bidang Program Studi baru.
“Para mahasiswa yang sudah menyangdang gelar sarjana harus menjadi intelektual muda yang profesional dan berprestasi dan mampu berdaya saing,” ingatnya.
Dalam kesempatan itu ia berharap para intelektual muda itu selain dapat mengimplementasikan ilmunya dalam pergaulan dimasyarakat juga harus mempersiapkan diri menghadapi masyarakat ekonomi global tersebut dan meminta jangan tergantung kepada lowongan yang disedikan oleh pemerintah semata.
(Rahman)






