Solo-LintasGayo.co : Sebanyak 196 penyair Indonesia memberikan catatan khusus baru bagi Presiden terpilih Ir. H. Joko Widodo menjelang pelantikannya di gedung MPR RI tanggal 20 Oktober mendatang.
Catatan tersebut berupa syair-syair puisi yang dihimpun dalam sebuah buku antologi yang diberi tajuk “Memo Untuk Presiden”.
Sosiawan Leak selaku koordinator penerbitan buku tersebut mengaku ke 196 penyair tersebut berasal dari seluruh Indonesia merupakan hasil seleksi yang dilakukannya bersama tim khusus.
“Dari 218 yang mengirim karya dan 268 yang menyatakan berpartisipasi dalam Penerbitan Antologi Puisi MEMO UNTUK PRESIDEN, setelah melewati proses seleksi terjaring 196 nama yang karyanya dinyatakan lolos,” kata Sosiawan Leak melalui surat elektroniknya pada tanggal 10 Oktober minggu lalu.
Dari ke 196 penyair tersebut terdapat tiga nama penyair dari Provinsi Aceh, yaitu Salman Yoga S, Sulaiman Juned dan Saiful Bahri. Dari ketiga nama yang lolos ini tercatat nama Sulaiman Juned dan Saiful Bahri dari Aceh dan Salman Yoga S dari Takengon dengan judul puisinya “Antara Pinus dan Kopi Gayo, sebuah ingatan buat Jokowi” dan “Indonesia 2014”.
“Buku antologi “Memo Untuk Presisen ini” ini sebagai upaya mengawal janji para pemimpin wakil rakyat hingga presiden terpilih,” kata Sosiawan Leak yang mengaku buku tersebut akan diluncurkan di beberapa kota di Indonesia. Lebih lanjut ia menjelaskan peluncuran pertama akan dilangsungkan di Blitar Jawa Timur pada tanggal 1 November mendatang. (PR | DM)