Jakarta-LintasGayo.co: Enam wartawan Aceh yan tergabun g dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh mengikuti Training of Trainers (ToT) di Lembaga Pers Dr Soetomo (LPDS) Jakarta.
Ke enam wartawan tersebut yakni Tarmilin Usman,SE.MSi (Ketua PWI Aceh) Aldin NL (Sekretaris PWI Aceh), Azhari SE (Bendahara PWI) Iranda Novandi (Direktur Diklat/Ka Sekolah Jurnalisme Indonesia/SJI PWI Aceh) serta Ramadan MS anggota PWI serta wartawan senior di Aceh Barlian AW.
Iranda Novandi kepada LintasGayo.co mengungkapkan, ToT ini akan dilaksanakan selama 4 hari sejak Senin, 29 September hingga 2 Oktober mendatang di Gedung LPDS komplek Gedung Dewan Pers di Jakarta.
Ini dilakukan PWI Aceh dalam meningkatkan kualitas atau SDM para pengajar jurnalistik di kalangan PWI Aceh. Dimana, selama ini PWI Aceh kerab melakukan pelatihan jurnalistik bagi wartawan dan non wartawan.
Dalam mengembangkan ilmu jurnalistik tersebut, PWI tidak hanya terpaku pada kalangan wartawan saja, melainkan juga pihak lainnya. Ini dilakukan guna memperkenalkan ilmu jurnalistik lebih mendalam kepada pihak lain selain wartawan.
Baru-baru ini, PWI Aceh bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Aceh menggelar pelatihan jurnalistik kepada siswa dan guru SMA/SMK se derajat di Banda Aceh dan Aceh Besar. Pelatihan jurnalistik yang dilakukan dalam empat gelombang tersebut di ikuti 140 siswa dan guru.
“Pertengahan bulan ini juga kita baru beri pemantapan ilmu jurnalistik bagi wartawan di Gayo Lues,” jelas Iranda yang juga putra asli Kampung Kung, Kecamatan Pegasing Aceh Tengah ini.
Dikatakan, PWI Aceh saat ini mengedepankan program peningkatkan dengan melakukan berbagai pelatihan. Jika ada yang tanya apa program prioritas PWI Aceh saat ini, maka jawabannya, prioritas 1-10 adalah pendidikan dan selanjutnya juga pendidikan yang dipadu dengan berbagai program pengembangan SDM wartawan.
“Pendidikan untuk peningkatan SDM wartawan terutama anggota PWI memang menjadi prioritas PWI Aceh dalam lima tahun kepengurusan PWI Aceh dipimpin Tarmilin Usman,” jelas Iranda.
Diharapkan, lewat ToT ini juga, maka kualitas para pengajar juga terus meningkat yang nantinya bisa ditularkan ke para wartawan lainnya atau masyarakat luas, menyankut berbagai hal tentan kejurnalistikan.(Khalis)