30 Juli ada “Festival Kopi Sipirok” dan rekor MURI minum kopi luwak liar

oleh
Kopi Arabika Gayo di tepi danau Lut Tawar. (LGco-Kha A Zaghlul)
Kopi arabika Gayo. (LGco-Khalis)
Kopi arabika Gayo. (LGco-Khalis)

Jakarta—LintasGayo.co: Dalam rangka merayakan Aidulfitri, sejumlah elemen sipil akan menggelar pesta menyeduh dan minum kopi di Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, 30 Juli-3 Agustus 2014.

Ketua pelaksana avara tersebut Ayub Suleman Pulungan menyebutkan dalam kegiatan ini juga akan digelar beberapa acara lainya seperti pemilihan Putra/Putri Kopi Sipirok yang diharapkan menjadi duta promosi kopi Sipirok.

“Nanti pada 2 Agustus juga ada pemecahan Rekor MURI menyeduh dan minum kopi luak liar Sipirok bersama 3.500 perantau dan masyarakat Bonabulu,” kata Ayub di Jakarta, Jumat (18/7/2014) kemarin.

Selain itu disebutkan juga festival ini sekaligus memberi pelatihan dan pembelajaran kepada sejumlah kelompok petani kopi tentang pengolahan kopi luwak berbasis kompetensi.

Sipirok, sebuah kota kecil di Tapanuli Selatan, Sumut, adalah daerah penghasil kopi unggulan yang belum dikenal secara luas di kalangan perdagangan kopi dunia.

Kopi Arabika Sipirok, katanya, berciri khas fruity, rendah asam, dan gurih. “kalau dulu kopi ini digadang-gadang sebagai The World’s  finest unwashed arabica,” ujar Ayub.

Tujuan dari festival ini, lanjutnya, adalah mendorong para petani kopi Sipirok mengembangkan pertanian kopi dengan bibit unggul dan mendorong kebangkitan penggiat usaha ekonomi kreatif, khususnya kedai kopi dan industri pengolahan kopi di wilayah itu.

“Untuk mendukung pertanian dan budidaya kopi unggulan, panitia akan membagikan puluhan ribu bibit unggul kopi yang sudah diteliti dan berhasil dibudidayakan di daerah lain,” ungkapnya. (tarina)

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.