Jamat-LintasGayo.co : Sejumlah sarana pelayanan publik di beberapa kampung pedalaman Kecamatan Linge masih sangat memperihatinkan. Di antara sarana tersebut adalah Pendidikan Dasar di Kampung Reje Payung yang sudah enam bulan tidak memiliki Kepala Sekolah, juga Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang belum mempunyai tenaga bidan desa.
Hal tersebut dinyatakan oleh Sekertaris Kampung Reje Payung Kecamatan Linge Aji Reje di Jamat, Senin, 10/3/2014.
Aji Reje mengatakan akibat ketiadaan bidan desa di kampung mereka pernah ada masyarakat yang melahirkan dalam kendaraan ketika hendak dibawa ke puskesmas di Ibu Kota Kecamatan.
“Pernah ada seorang ibu yang melahirkan dalam mobil ketika hendak dibawa dari kampung Jamat ke Pukesmas di Kampung Waq atau di Isaq. Bisa anda bayangkan dengan kondisi jalan saat ini dan jarak tempuh yang demikian jauh. Hal tersebut seharusnya tidak perlu terjadi jika di Jamat sendiri ada tenaga bidan yang dapat membantu,” kata Ali Reje.
Di Kampung Jamat memang ada Pusat Pelayanan Kesehatan Terpadu (Posyandu), tetapi hanya memiliki dua orang tenaga perawat, sedang tenaga bidan belum ada, jelasnya.
Lebih lanjut Ali Reje menjelaskan keberadaan bidan sangat diperlukan di kemukiman mereka, apalagi kampung di sekitar Jamat yang berjumlah lima kampung belum mempunyai tenaga bidan. Di antara kampung tersebut adalah Kampung Bayur, Kuteni Reje, Pantan Pertik, Delung Sekinel, Jamat dan Kampung Reje Payung. (AI)





