Takengon-LintasGayo.co : Pendidikan politik dinilai masih minim di Takengon, dan perlu diupayakan pencerdasan kepada masyarakat. Demikian penilaian salah seorang politisi muda di Aceh Tengah, Yusradi Usman.
“Saya kuatkan pendidikan politik ke tengah-tengah masyarakat. Apalagi, saya berkesempatan maju. Biar masyarakat tahu dan tidak ‘dibodoh-bodohi’ dengan money politics dan praktik pembodohan lainnya” kata Yusradi Usman dalam silaturrahmi bersama warga Kampung Kemili, Kec Bebesen, Rabu (15/1/2014).
Dijelaskan caleg PKS bernomor urut 7 untuk DPRK Aceh Tengah itu, dalam pertemuannya dengan masyarakat, dia selalu menjelaskan tentang tugas, fungsi, dan kedudukan dewan.
Juga, soal reses dan meluruskan penggunaan dana aspirasi, selain mendengarkan keluhan serta berdiskusi langsung dengan masyarakat di daerah pemilihan (dapil) 4 (Kec Bebesen, Kec Bies, dan Kec Kute Panang).
“Memberikan pencerahan politik. Namun, masyarakat kadangkala tidak mau bertatap muka langsung. Karena, nggak enak. Pasalnya, ada anggota keluarga atau dari kampung tersebut yang ikut nyaleg dan jadi tim sukses bagi caleg tertentu,” akunya.
Di lain pihak, jelas peneliti itu, ada sebagian masyarakat yang mengaku bahwa sudah terikat kontrak dengan caleg tertentu baik uang maupun materi.
“Bukan caleg yang mengikat masyarakat. Sebaliknya, masyarakat yang mengikat caleg melalui program-program perbaikan. Silahkan uji kelayakan seluruh caleg, termasuk saya. Juga, menilai kinerja anggota dewan yang kembali mencalonkan (petahana). Lagi-lagi, keputusannya ada masyarakat,” tegasnya. (GM)





