Kopi Arabika dan Kentang Produk Bener Meriah Bawa Aceh Ke Pangsa Pasar Dunia

oleh

tmp_Screenshot_2014-01-12-17-19-251844257877Redelong – LintasGayo.co : Bencana membawa hikmah, konflik dan Tsunami Aceh salah satu faktor pembawa berkah bagi bumi Aceh, khususnya bagi daerah-daerah pedalaman utamanya bagi masyarakat Aceh Tengah dan Bener Meriah. Bagaimana tidak, konflik yang berkepanjangan menyebabkan banyak korban berjatuhan baik harta maupun nyawa, khususnya di Kabupaten Bener Meriah, mala petaka ini mempercepat proses terbentuknya Kabupaten yang genap berusia 10 tahun dengan ibukota Redelong.

Dilain pihak, bencana gempa bumi dan glombang Tsunami, telah membuka mata para pengusaha maupun masyarakat internasional akan potensi daerah Aceh pedalaman terutama dengan kopi arabika yang memiliki cita rasa yang khas dibelahan jagat raya ini.

Fenomena ini semakin membuat semangat masyarakat di dataran tinggi Gayo, untuk menekuni sektor perkebunan khususnya kopi yang merupakan komoditi warisan endatu urang Gayo. Sektor lainnya adalah saat ini di Bener Meriah sedang dikembangkan produk hortikultura berupa kentang Granola yang telah dijadikan produk unggulan Kabupaten terbungsu di wilayah pedalaman Aceh ini.

Berkat ide cerdas dari para kelompok tani yang tergabung dalam Koperasi Gayo Land komoditi kentang pun kini namanya kian membahana ditengah-tengah masyarakat dan khususnya para petani di kaki gunung berni telong yang berjuluk daerah pemecah rekor MURI terbanyak di negeri Serambi Mekah itu.

Diusianya yang genap satu darsawarsa ini, Bener Meriah telah beberapa kali memperoleh penghargaan dari lembaga Museum Rekor Indonesia (MURI), diantaranya Minum Kopi Bareng melibatkan 50 ribu masyarakat, Didong Massal melibatkan seribuan lebih peserta, dan diusianya ke 10 ini MURI kembali memberikan empat penghargaan atas keberanian dan tekad warganya menjaga dan kelestarian Burni Telong, diantaranya kepada EkaWeidya Putra (4,8) sang penakluk puncak Merapi Jaya dengan julukan pendaki gunung termuda dengan ketinggian 2.663 m dpl, penghargaan lainnya disampaikan kepada Jajaran Polres Bener Meriah, Kejaksaan Negeri Bener Meriah dan Balatiyon 114 Satria Musara.

Gubernur Aceh Zaini Abdullah, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten 1 Setdakab Provinsi Aceh DR. Iskandar A.Gani, pada acara pembukaan jamuan Ngopi dan Makan Kentang Bareng  yang disponsori oleh Koperasi Gayo Land, Minggu (12/1/14) dilapangan pacu kude tradisional Gayo “Sengeda Redelong” menyatakan bahwa potensi daerah Bener Meriah akan membawa Aceh go Internasional setelah kopi arabika, kini kentang Granola Gayo, akan terus dipromosikan hingga komoditi ini akan memliki prosfek kedepan dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat didaerah ini.

Seiring dengan hal tersebut, kata Iskandar A Gani, harapan Bupati Bener Meriah untuk mempercepat peningkatan ruas jalan Eks. PT. KKA tembus ke pelabuhan Kreung Keukuh Aceh Utara, akan menjadi masukannya kepada Gubernur Aceh, selain beberapa ruas jalan provinsi yang kondisinya memprihatinkan di daerah tersebuut.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur Aceh juga menyatakan apresiasinya kepada Bupati Bener Meriah yang cerdas melakukan langkah-langkah serta membaca peluang untuk dapat dikembangkan dalam masyarakat khususnya sector pertanian tepatnya  komoditi kentang yang saat ini Indonesia masih kekurangan kentang sehingga harus dipasok dari luar perbulannya mencapat 6.000 ton (sumber data Statistik), jelas Gubernur sebagaimana disampaikan Asisten bidang pemerintahan Aceh itu.

Sebelumnya Gubernur Aceh menyakini akan upaya pemerintah Bener Meriah setelahadanya kegiatan bertaraf internasional pernah dilaksanakan di Gayo yakni vestifal Kopi Gayo Internasional di kawasan Bener Meriah tahun 2011 lalu, belum lagi upaya dan kerjasama lainnya yang sedang dan telah dilaksanakan dengan para pihak dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani di daerah ini, demikian Iskandar A. Gani.

(Rahman|DM)

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.