[Puisi] Duka 19

oleh

[Puisi] Duka 19

Yusmaniati

Siapa bilang mereka tak taat aturan
Mereka keluar bukan tak takut pada seramnya kematian
Yang adalah ketakutan mereka akan kelaparan
Hingga mereka memutuskan untuk bekerja di luar

Ini bukan tentang mereka yang mampu tuk bertahan
dan taat perintah
tapi sikap seolah-olah mampu mereka yang terus menciptakan pencitraan
sebab telah begini adanya kebutuhuan tiap mereka berbeda

ada yang terus bersikukuh akan pendirian
tapi golongan itu bukan dari mereka yang sebambu berasnya di luar
yang harus ikhtiar menjemputnya hingga dianggap tak peduli pada wabah
adalah mereka yang menyelamatkan
hangatnya senyuman anaknya ketika bersuap di atas tikar lusuh

adalah mereka
bukan pula haus akan rupiah
dan tak juga menggila akan rejeki yang sudah di tentukan oleh-Nya
melainkan harus berpura-pura lupa bahwa wabah itu mencekik
musabab mereka tak sanggup hanya meneguk air liur kala perut perih

adalah mereka yang sebenarnya selalu takut akan Tuhan-nya
tapi harus berpura-pura lupa serta awam akan wabah
mereka bukan berdusta melainkan lebih memilih bekerja dan enggan mengemis
dan pun mereka bukan tak tahu menahu akan keselamatan
mereka sejatinya hamba-Nya yang selalu berucap “Lahaula Wala Quwwata illa Billah”

kendati mereka mampu membatin tentang pentingnya nyawa
namun mereka tak tega bibir kering dan perut kosong sang anak menemani malamnya
adalah dari mereka yang senantiasa yakin Tuhan Sebaik-baik Pelindung
musabab doa merdu kerap dicurahkan
pada Dia Yang Maha Mendengar dan Mengabulkan doa

mereka bukan tak takut mati
tapi lebih memilih tuk meyakini bahwa rahmat Tuhan mendahului takdir
golongan ini pun berharap supaya bumi lekas pulih

Aamiin Ya Rabbal Alamin [SY]

Takengon, Mei 2020

*Yusmaniati, S.Pd, adalah Guru Bahasa Indonesia di SMK Negeri 3 Takengon

Comments

comments