Pemimpin, Tunjukkan Pesonamu di Panggung Covid-19

oleh

Oleh : Fauzan Azima*

Di Aceh banyak model pemimpin. Ada yang mengaku pemimpin, padahal kerjanya hanya “ngekor” pada pemimpin. Di kampung disebut “asu kucak” atau anjing kecil. Ada lagi pemimpin yang diangkat karena kebodohannya supaya bisa “diremote control” dan ada lagi pemimpin yang terlalu dibesar-besarkan. Padahal biasa-biasa saja.

Pemimpin yang benar adalah pemimpin yang tetap menunjukkan pesonanya, meskipun pandemi Covid-19 melanda negerinya. Aceh sudah 10 hari menerapkan sosial distance atau jaga jarak. Di manakah “anjing kecil”? Kemanakah “remote control”? Sedang apakah orang yang dibesar-besarkan itu? Di manakah mereka? Sembunyi? Tidur? Menimbun sembako untuk anak istri tercinta? Bulan madu?

Mengaku pemimpin, tetapi kerjanya hanya pandai menyalahkan pemerintah, saya kira anak SD pun mampu. Demikian juga menjadi pemimpin di saat kondisi normal “banyak di kampung saya.”

Wabah “tauen corona” adalah alat ukur, apakah seseorang layak dikatakan pemimpin atau tidak. Sekarang bisa dibuktikan penampakan asli yang mengaku “para pemimpin”. Mulai tampak jelas belangnya, hanya mementingkan diri sendiri, kedekut, tidak peduli walau hanya sekedar menyapa rakyat dengan sebait kalimat. Dapat disimpulkan, kalau selama ini bicara atas nama rakyat adalah dusta belaka.

Kelak, ketika badai Covid-19 berlalu, lihat saja mereka para “pemimpin” akan bermunculan seperti jamur di atas kotoran kerbau saat musim hujan dengan panggung masing-masing. Mereka keluar dari persembunyiannya bak pahlawan lengkap dengan “dayang-dayang” yang selalu memujinya. “Drama Korea” diputar kembali dan rakyat dipaksa menonton kembali.

20 tahun terakhir cukup sebagai laboratorium dalam menilai pemimpin di “bumi Iskandar Muda” bahwa menjadi pemimpin tidak cukup dengan kharismatik tetapi juga harus jujur, amanah, dipercaya dan harus cerdas.

Selamat tinggal pemimpin “anjing kecil”,
Selamat tinggal pemimpin “remote control,”
Selamat tinggal pemimpin “banyak di kampung saya,”
Selamat tinggal pemimpin “drama Korea.”

(Mendale, 26 Maret 2020)

Comments

comments