Sara Kayu Kin Sara Harapen, Konsep Ekowisata Pokdarwis Origon Tingkem

oleh

Oleh : Andi Lisma*

Pengembangan destinasi wisata identik dengan pencemaran dan kerusakan lingkungan. Seharusnya keindahan dan kekayaan lingkungan itulah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.
Hal tersebut melatarbelakangi semangat Pokdarwis Tingkem untuk mengembangkan pariwisata yang ramah lingkungan di puncak Burni Origon.

Konsep Sara Kayu Kin Sara Harapen merupakan salah satu langkah awal Pokdarwis Tingkem untuk mengenalkan Burni Origon sebagai salah satu destinasi wisata baru di Tanoh Gayo, sekaligus memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga lingkungan, serta wisata berbasis lingkungan (ekowisata).

Dalam mewujudkan kegiatan tersebut tidak terlepas juga dari dukungan kawan – kawan pemerhati lingkungan, seperti pecinta lingkungan seluruh Indonesia, Pecinta lingkungan Banda Aceh, Win Ruhdi Bathin, donasi pohon lekap dari kamal lekap, serta donatur lainnya.

Seperti yang kita ketahui, selain penebangan atau perambahan hutan secara ilegal yang berdampak negatif.

Selama ini hutan diseputaran Burni Origon masih menjadi surga bagi penembak burung. Bahkan burung dilindungi atau hampir punah sekalipun. Isu tersebut merupakan salah satu yang melatar belakangi diadakannya acara diskusi alam pada malam sebelum acara penanaman pohon keesokan harinya, dengan menghadirkan tiga orang pemateri yang berpengalaman dalam konsep wisata ramah lingkungan, yaitu Khalisudin, Sadikin Gembel, dan Abrar Syarif.

Selain ketiga pemateri, acara diskusi tersebut juga diikuti oleh beberapa pegiat lingkungan senior, sebut saja Irwan Kayu Kul, Kamal Lekap, Arman Nainggolan, Juar, Suhaili Beke, dan masih banyak lagi.

Selain diskusi alam, kegiatan malam itu diramaikan juga oleh pembacaan Puisi karya penyair muda Alhuda serta penampilan musikalisasi puisi oleh grup seni HMI dan Pokdarwis Tingkem.

Esok harinya dilanjutkan dengan acara ngopi bareng bersama kabut origon dan acara puncak yaitu kegiatan penanaman Pohon yang dihadiri Bupati Bener Meriah Sarkawi, Sekda Bener Meriah Haili Yoga, Dandim, serta kepala – kepala dinas dilingkungan Pemerintah kabupaten penghasil kopi tersebut.

Kegiatan tersebut juga diramaikan oleh pramuka dari beberapa sekolah mulai jenjang SD sampai sekolah menengah, Forum Silaturahmi Gayo Bersatu, Mapala, dan beberapa peserta dari luar daerah.

“Ini adalah langkah awal kita Pokdarwis Tingkem dalam memajukan wisata di Gayo, wisata yang tentunya ramah dengan lingkungan atau ekowisata. Kedepannya kita sudah memilikki beberapa perencanaan yang akan kita realisasikan di Burni Origon. Dengan begitu, kami sangat mengharapkan dukungan agar cita- cita kami dapat terwujud dimasa yang akan datang,” ucap Novriyandi ketua Pokdarwis Origon Tingkem.

*Pemerhati Lingkungan

Comments

comments