Free songs
Home / Opini / Menanamkan Identitas Gayo

Menanamkan Identitas Gayo


Oleh : Drs. Jamhuri Ungel, MA

Drs Jamhuri, M.Ag, Ketua KNA Banda Aceh (foto:tarina)

FENOMENA yang terjadi sekarang di Gayo banyak orang tua takut tentang masa depan anaknya sehingga mereka lebih mau anaknya dikirim atau disekolahkan ke luar daerah Gayo “yang penting jangan di Gayo”.

Dari satu sisi fenomena ini bagus karena kita percayai kalau semua orang tua berkeinginan nanti anaknya akan bernasib lebih baik dari dirinya, sehingga sudah menjadi bahasa dikalangan orang Gayo dari dulu, semua harta tidak dirasa rugi kalau dihabiskan untuk kepentingan pendidikan anak, orang tidak akan merasa hina/tidak terhormat bila ia menjual harta untuk selanjutnya digunakan untuk membiayai pendidikan anak. Bahkan orang tua akan merasa malu bila mempunyai harta yang banyak tetapi anaknya tidak ada yang sekolah. Itulah cerminan semangat masyarakat Gayo dalam  menyekolahkan anaknya.

Karena semangat itu juga kita bisa melihat dilembaga mana yang tidak ada anak orang Gayo yang menjadi murid atau siswa mulai dari lembaga tingkat Menengah PertamaTingkat mengan Atas sampai kepada Perguruan Tinggi, suatu kebanggaan yang luar biasa. Bila sumber daya manusia yang sekarang ini bersekolah di luar Gayo dikelola dengan baik tentu ini semua akan menjadi kapital dan kekayaan Gayo dalam meraih kemajuan di masa mendatang.

Identitas Gayo
Dominasi anak yang berusia Sekolah SMP/MTs yang melanjutkan sekolah keluar dari Gayo yang pada umumnya bersekolah di Pesantren Terpadu (perpaduan kurikulum sekolah dan dayah) dari sisi kelimuan mempunyai nilai psositif karena anak setelah tamat dari sekolah tersebut mampu memahami dasar-dasar pengetahuan agama dan dasar-dasar pengetahuan umum ditambah lagi dengan kemampuan berbahasa (Arab dan Inggris), sehingga untuk melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi akan lebih mudah. Terlebih lagi lembaga yang mereka masuki ketika pesantren sudah punya nama paling kecil dalam lingkup Aceh.

Namun usia 12 tahun atau usia sekolah SMP  bukanlah usia yang matang untuk pembelajaran budaya bagi seorang anak, sehingga kedepan kita khawatir akan mendapati anak yang cerdas dalam ilmu pengetahuan dan paham dalam hal agama tetapi mereka tidak mempunyai jati diri dalam hal budaya, mereka akan mengatakan diri mereka adalah orang Gayo, punya orang tua berasal dan tinggal di Gayo, punya keluarga dan saudara di Gayo. Tetapi ketika berbicara dan berwawasan kosong tentang Gayo. Ini adalah satu masalah yang bila tidak diperhatikan dari sekarang akan terjadi, dimana ketika semua orang kembali kepada identitas sendiri tetapi bangsa kita akan kehilangan identitas diri.

Secara bersama harus kita ketahui bahwa kita dilahirkan dari identitas yang berbeda dengan identitas lain, kita punyai tempat kelahiran yang berbeda dengan tempat kelahiran orang lain, dengan orang tua yang melahirkan yang berbeda dengan orang tua orang lain. Ini berarti kita diciptakan Tuhan mempunyai jati diri yang istimewa dibanding orang lain.

Lalu mampukah kita menjaga dan merawat semua yang berbeda yang telah Tuhan berikan kepada kita, kalau kita mampu menjaganya berarti kita telah menjalankan amanah keberbedaan dengan orang lain, yang orang lain tersebut juga berbeda dengan orang lain.

Pagar Identitas
Sering terdengar ungkapan dari orang tua “tidak bisa kita jamin keselamatan anak kita bila sekolah di sini (Gayo)”, “syukur ike nguk kite tamaten SMP atau SMA pedih anakte”

Ini dua ungkapan dari banyak ungkapan yang sering tersebut dari mereka yang selalu berjuang untuk menjadikan anak mereka supaya memiliki nasib lebih dari mereka. Karena sudah seharusnya dengan pertimbangan tujuan dari pendidikan adalah untuk mencerdaskan bangsanya dan mensejahterakan rakyatnya. Jadi tidak salah kalau semua orang menumpukan diri kepada pendidikan untuk dapat merubah diri dari yang tidak baik menjadi lebih baik. Tapi tetap dengan pertimbangan tidak menghilangkan jati diri yang telah diamanahkan Tuhan kepada kita sebagai orang yang berbeda.

Ketakutan dan kekhawatiran orang tua sebagaimana disebutkan, mempunyai alasan yang semua mereka sudah tau. Diantara alasannya adalah tidak terkontrolnya pergaulan anak-anak seusia SMP/SMA pada saat sekarang ini, tidak mampunya lembaga pendidikan mengontrol anak didiknya sehingga sehingga sering terjadi siswa yang berkeliaran di saat jam belajar. Masih adanya prinsip menamatkan peserta didik padahal seharusnya tidak tamat.

Masalah lain yang ada di luar sekolah adalah tidak pedulinya orang tua terhadap jam-jam yang harul dilalui oleh anak. Jam berapa anak pergi sekolah, pulang sekolah, sampai di rumah, belajar dan lain-lain. Sehingga ketidakpedulian orang tua ini dimanfaatkan untuk perbuatan yang tidak bermanfaat untuk dirinya dan juga tidak bermanfaat untuk masa depannya.

Karena itu, karena semua orang mengkhawatirkan masalah tersebut akan terjadi pada semua anak mereka. Maka sebenarnya tidak susah untuk mengatasinya karena semua orang khawatir. Jadi caranya juga para orang tua harus sepakat mengontrol anak masing-masing secara bersama-sama, sebagaimana pernah terjadi dalam adat Gayo, dimana setiap orang tua punya kewajiban menjaga prilaku anak-anak kendati anak tersebut bukan anaknya sendiri, dan orang tua harus rendah hati dan berterima kasih kepada orang yang mau mengingatkan anaknya kejalan yang baik.

Sehingga dari itu kita yakin,  kalau orang-orang tua Gayo merasa yakin anaknya dapat sekolah di Gayo, niscaya budaya Gayo akan tertanam dalam dirinya, dan akan menjadi jati diri yang tidak akan pernah lepas, sehingga apapun yang dipelajari dan menjadi ilmu dalam  dirinya pada saatnya nanti bisa dijelaskan dentitas budaya dan identitas Gayo.

Selanjutnya untuk menanamkan kepercayaan kembali kepada lembaga pendidikan yang ada di Gayo (utamanya pendidikan dasar), pemerintah harus mempunyai keyakinan kalau ilmu-ilmu yang diajarkan disekolah (pesantren) yang ada di luar Gayo, bahwa orang Gayo juga mampu mengajarkannya. Dan lembaga-lembaga yang ada di luar Gayo, di Gayo juga mampu dibuat.

Itulah langkah yang harus dilakukan sehingga kita sebagai orang yang berbeda tidak akan pernah sama, karena berbedaan kita merupakan amanah dari Tuhan yang harus dijaga.[]

Comments

comments

Install Lintasgayo for Android Smartphone

Comments are closed.

Scroll To Top