Keber Ari Gayo Politik Sosial Budaya Terbaru

Politik Uken-Toa Muncul di Akar Rumput, Bukan di Perdu!

Takengon-LintasGayo.co : Salah seorang tokoh Gayo, Syukur Kobath mengatakan bahwa istilah Uken-Toa yang kerap diperbincangkan di tengah-tengah masyarakat Gayo saat ini, hanya terjadi di akar rumput saja bukan di perdu.

Istilah akar rumput yang dimaksud adalah masyarakat yang mengembangkan politik uken-toa, bukan para tokoh-tokohnya.

Dia menceritakan, pada masa Bupati Wahab memimpin Aceh Tengah, saat masa jabatannya mau habis, dikumpulkan tokoh-tokoh Gayo yang berasal dari Toa dan Uken.

“Mereka berembuk siapa yang akan menjadi Bupati setelah masa jabatannya habis. Disepakati masa itu, Halidin Abu Bakar (tokoh pendidikan Gayo), namun dia menolak, dia ingin menjadi pendidik saja, akhirnya disepakati Pak Wahab menjadi bupati kembali,” kata Syukur Kobath beberapa waktu lalu.

Dari cerita itu, katanya lagi, jelas terlihat tidak ada politik Uken-Toa didalamnya. Tokoh-tokoh, tidak pernah mengajarkan itu, kepada masyarakatnya.

Fakta lain yang diceritakan Syukur Kobath yang terlahir dari klan Penghulu Kebet ini menceritakan, saat ayahnya yang bernama Kali Kebet lahir, anan (nenek) nya tidak bisa menyusui.

“Akhirnya ama (ayah) Kali Kebet disusui oleh keluarga Reje Bukit Kebayakan. Keluarga kami sejak itu sudah tek-turun (tetap menjaga silaturahmi), tidak ada gesekan Uken-Toa,” ujar Syukur.

Dikisahkan lagi, saat itu reje-reje di Gayo saling menghormati. Sebagai contoh, jika Reje Bebesen mandi ke tempat pemandian di Asir-Asir, pihak Reje Kebayakan yang mengawal, begitu juga sebaliknya.

“Jadi setelah saya pelajari, istilah uken-toa tidak muncul dikalangan para tokohnya, melainkan terjadi ditengah-tengah masyarakatnya, dalam istilah saya sering sebut uken-toa muncul di akar rumput, bukan di perdu,” tegas Syukur.

Dia menilai, istilah uken-toa yang digembar-gemborkan masyarakat juga hanya bersifat isidentil. Biasanya terjadi saat pemilihan Bupati mau dilaksanakan. “Sekali lagi saya tegaskan, tokoh-tokoh kita dulu tak pernah mengajarkan itu,” tandas Syukur Kobath.

(Darmawan Masri)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *