[Puisi] Secangkir Kopi Sore S Nadia Gula yang melebur Tercampur dengan warna kopi yang kabur Tertuang sempurna Terselip secuil rasa sebongkah aroma
[Puisi] Merenung Di Simpang Jalan
[Puisi] Merenung Di Simpang Jalan Zulkifli Abdy Bosan sudah aku pada sunyi, yang membawaku ke lorong-lorong yang serasa mati Jenuh aku mendengar
[Puisi] Guru Waktu : Ki Hajar Dewantara
[Puisi] Guru Waktu : Ki Hajar Dewantara Salman Yoga S Seratus puluhan tahun menguap menjadi awan Namamu disebut dalam jutaan halaman Dikupas
[Puisi] Elegi Tiga Pagi
[Puisi] Elegi Tiga Pagi Yunita Aprilia Langit termangu menatap sendu bumi pertiwi Katarsis tanah patriarki berkoalisi mengagungkan keangkuhan tirani Rapal aksara berkidung
[Puisi] Didong Di Atas Awan
[Puisi] Didong Di Atas Awan Habas, S.Pd Wenku…. Bangunlah dari gawaimu Jangan membatu menemani kakek merah Yang tertawakan kedunguanmu Jangan tunggu Bur
[Puisi] Air Mata Plastik
[Puisi] Air Mata Plastik Risma Wigati Hamparan lahan menghijau Padi jagung tumbuh subur Sejuk udara terhirup Indah netra memandang Tapi, itu dulu!
[Puisi] KerinduanKu
[Puisi] KerinduanKu Tazkir Tiga tahun memori indah bersamamu Besok tidak lagi mendengar suaramu Pikiran melayang terbang ingin bertemu Kupejamkan mata Saat aku
- Sebelumnya
- 1
- …
- 47
- 48
- 49
- …
- 213
- Berikutnya
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.







