ACEH BESAR-LintasGAYO.co : Dayah Insan Qur’ani kembali menggelar program Daurah Al-Qur’an Ramadhan yang dikemas dalam kegiatan Ramadhan Qur’anic Camp IX 1447 H/2026 M.
Program tahunan ini bertujuan meningkatkan kualitas hafalan dan pemahaman Alquran para santri selama bulan suci Ramadhan.
Kegiatan dijadwalkan berlangsung selama 15 hari, mulai 23 Februari- 10 Maret 2026 dan akan diikuti oleh 400 santri. Program ini diwajibkan bagi santri kelas lima, sementara santri dari tingkatan lain dianjurkan untuk turut berpartisipasi.
Pimpinan Dayah Insan Qur’ani, Ust. H. Muzakkir Zulkifli, S. Ag, menyampaikan, kegiatan ini menjadi ajang penetapan target besar dalam menambah hafalan Alquran.
“Selama dua pekan, para santri akan mengikuti sistem karantina yang dirancang untuk memaksimalkan capaian hafalan,” ungkapnya.
“Dalam kegiatan ini memang difokuskan untuk menambah hafalan. Para santri tidak dibebani dengan kegiatan lain di luar program inti. Semuanya diarahkan untuk fokus menambah hafalan,” ujarnya lagi.
Ia menambahkan, program tersebut sangat baik diikuti oleh seluruh jenjang kelas, terlebih jika dijalani secara rutin setiap tahun.
Menurutnya, selama masa karantina, tidak sedikit santri yang berhasil mengkhatamkan hafalan Alquran.
“Banyak santri yang khatam selama karantina. Karena itu, kami berharap anak-anak tidak menyia-nyiakan waktu yang sangat berharga ini dan mampu menghindari kegiatan-kegiatan yang tidak bermanfaat,” katanya.
Selama program berlangsung, para santri akan mendapatkan pembinaan intensif terkait kandungan Al-Qur’an serta pembiasaan ibadah yaumiyah selama Ramadhan.
Kegiatan utama meliputi tiga sesi halaqah tahfizh intensif setiap hari, muraja’ah, qiyamul lail berjamaah, serta kajian keislaman. Selain itu, santri juga mengikuti buka puasa bersama, salat tarawih berjamaah, absen malam, dan pembagian snack.
Ust. Muzakir menuturkan, tidak hanya berfokus pada hafalan, peserta juga dibimbing untuk menanamkan nilai kepemimpinan dan kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan dayah.
“Untuk menjaga konsentrasi, seluruh peserta tidak diperkenankan membawa perangkat elektronik seperti telepon genggam maupun laptop selama kegiatan berlangsung,” katanya.
Menurut Muzakkir, Ramadhan Qur’anic Camp bukan sekadar program tahfizh, tetapi juga momentum pembentukan karakter santri agar menjadi generasi yang berakhlak mulia dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap kegiatan ini berjalan lancar dan penuh keberkahan, serta mampu melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an yang kuat dalam hafalan dan mendalam dalam pemahaman,” tambahnya.
Pada pelaksanaan tahun lalu, sebanyak 16 santri berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz selama program berlangsung. Tahun ini, pihak dayah berharap capaian tersebut dapat meningkat dengan lebih banyak santri yang menyempurnakan hafalannya.
Daurah ini telah berlangsung sejak 2017 dan secara konsisten menjadi agenda unggulan dayah setiap bulan Ramadhan.
Dari tahun ke tahun, program tersebut menunjukkan peningkatan baik dari sisi jumlah peserta maupun capaian hafalan, sekaligus memperkuat komitmen Dayah Insan Qur’ani dalam mencetak generasi Qur’ani yang unggul dalam hafalan, pemahaman, dan pengamalan Alquran.
[SP]





