Oleh : Fauzan Azima*
Setiap pelantikan pejabat eselon selalu dibungkus keheningan sopan. Semua tampak khidmat, seolah sedang menunggu wahyu. Tak ada yang berani bertanya: ini tepat, tidak tepat, atau cuma tepat waktu.
Di ruang resmi, senyum dipasang standar nasional. Tepuk tangan diatur rapi. Kata “profesional” diucapkan berkali-kali, sampai maknanya aus seperti karpet aula yang jarang diganti anggaran.
Namun di luar sana, warung kopi bekerja tanpa protokol. Sendok beradu, kopi mengepul, dan bahasa Gayo meluncur lebih jujur daripada notulen rapat. Analisis politik diseduh tanpa gula berlebihan.
“Nge tepat ken penjelas nutang,” celetuk seseorang sambil meniup kopi. Tidak ada slide presentasi, tidak ada pointer laser, tapi semua mengangguk. Seolah rapat sudah mencapai kesimpulan final.
Dalam terjemahan bebas, sudah tepat untuk melunasi utang. Utang di sini fleksibel maknanya: bisa budi, janji kampanye, loyalitas lama, atau sekadar balas jasa yang sempat tertunda karena antre jabatan.
Masyarakat tidak repot membaca CV pejabat. Mereka membaca wajah, gestur, dan riwayat nongkrong. Di warung kopi, ilmu tafsir kekuasaan diajarkan gratis, tanpa sertifikat, tapi lulusannya tajam.
Pejabat boleh berganti jas dan dasi. Jabatan boleh naik turun. Tapi utang politik jarang benar-benar lunas. Ia hanya cicilannya berganti amplop, kop surat, dan tanda tangan.
Lucunya, ungkapan itu tidak marah. Tidak pula mengumpat. Ia jenaka, seperti orang yang sudah terlalu sering kecewa, lalu memilih tertawa agar tidak perlu marah-marah lagi.
Para pejabat sering alergi pada komentar warung kopi. Padahal di situlah survei paling jujur berlangsung: tanpa anggaran, tanpa konsultan, dan tanpa grafik yang bisa direvisi tengah malam.
Masyarakat Gayo tidak menuntut mukjizat. Mereka hanya ingin logika dihormati. Jika pelantikan terasa seperti pelunasan, wajar bila kopi yang pertama menyimpulkannya.
Karena kadang, kebenaran tidak lahir dari podium megah. Ia lahir dari cangkir kopi, diucapkan pelan, lalu diamini dengan senyum yang sudah tahu ceritanya.
(Mendale, Januari 21, 2026)






