BRA Libatkan 3 Perguruan Tinggi, Perkuat Road Map Keberlanjutan Perdamaian Aceh

oleh

BANDA ACEH-LintasGAYO.co : Badan Reintegrasi Aceh (BRA) melibatkan perguruan tinggi dalam penyusunan Road Map pelaksanaan reintegrasi dan keberlanjutan perdamaian Aceh. Ketua BRA Jamaluddin, S.H., M.Kn., bersama Kepala Sekretariat BRA Drs. Mahdi Effendi dan jajaran menghadiri rapat pembahasan dukungan serta peran perguruan tinggi yang digelar di Ruang Rapat Senat Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh, Rabu (21/1/2026).

Rapat tersebut melibatkan Universitas Syiah Kuala, UIN Ar-Raniry Banda Aceh, dan Universitas Teuku Umar (UTU). Pertemuan ini bertujuan memperkuat sinergi antara BRA dan kalangan akademisi dalam penyusunan dokumen strategis jangka panjang terkait pelaksanaan reintegrasi dan keberlanjutan perdamaian Aceh pascakonflik.

Dalam forum tersebut, perguruan tinggi menyatakan dukungan dan komitmen terhadap penyusunan Road Map Pelaksanaan Penyelesaian Konflik Secara Damai, Menyeluruh, Berkelanjutan, dan Bermartabat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk periode 2026–2036. Komitmen itu ditandai dengan penandatanganan pernyataan dukungan oleh Rektor USK Prof. Ir. Marwan, IPU., selaku perwakilan perguruan tinggi.

Ketua BRA Jamaluddin menegaskan, keterlibatan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam memperkuat landasan akademik dan ilmiah road map BRA, khususnya melalui kajian ilmiah, penyusunan rekomendasi kebijakan, serta pendampingan akademik yang berkelanjutan.

Road map tersebut diharapkan menjadi pedoman strategis jangka panjang BRA dalam menjaga keberlanjutan perdamaian Aceh, sekaligus memastikan pemenuhan hak pendidikan yang layak dan setara bagi mantan kombatan, tahanan politik, narapidana politik, serta korban konflik.

Turut hadir Koordinator Program Studi Magister Damai dan Resolusi Konflik USK, Dr. Masrizal, S.Sos.I., M.A., yang menyampaikan pandangan akademik terkait penguatan resolusi konflik dan perdamaian berkelanjutan di Aceh.

Melalui kolaborasi ini, BRA optimistis pembangunan perdamaian Aceh dapat dilaksanakan secara lebih komprehensif, berbasis ilmu pengetahuan, dan berorientasi pada keadilan sosial.

[SP]

Comments

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.