TAKENGON-LintasGAYO.co : Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Aceh Tengah H. Wahdi MS, MA menjadi salah satu narasumber dalam forum diskusi workshop yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon. Kegiatan ini mengangkat isu penting terkait upaya mewujudkan pesantren yang ramah santri dan bebas dari kekerasan seksual.
Kegiatan berlangsung di Hotel Grand Bayu Hill Takengon pada Senin, 19 Januari 2026. Turut hadir Rektor IAIN Takengon, Prof. Dr. Ridwan Nurdin, MCL, Wakil Rektor II, Kepala Biro AUAK, para pimpinan pondok pesantren dan sejumlah civitas akademika Kampus IAIN Takengon.
Dalam pemaparannya, Wahdi menyampaikan berbagai kebijakan serta langkah strategis Kementerian Agama dalam menciptakan lingkungan pendidikan pesantren yang aman, nyaman, dan bermartabat. Ia menegaskan bahwa pesantren harus menjadi ruang tumbuh yang sehat bagi santri, baik secara akademik, spiritual, maupun psikologis.
Menurutnya, Kementerian Agama berkomitmen kuat untuk mencegah dan menangani segala bentuk kekerasan seksual di lingkungan pendidikan keagamaan melalui regulasi, penguatan edukasi, serta peningkatan peran seluruh pemangku kepentingan pesantren. Hal ini sejalan dengan upaya nasional dalam perlindungan anak dan pemenuhan hak-hak santri.
Workshop ini menjadi wadah diskusi dan pertukaran gagasan terkait penguatan sistem perlindungan santri. Peserta diajak untuk memahami pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam menciptakan pesantren yang ramah santri dan bebas kekerasan seksual.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kesadaran bersama serta komitmen nyata untuk menjadikan pesantren sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul dalam pembinaan keagamaan, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan perlindungan terhadap santri. [SP/Zuhra]





