Takengon-LintasGayo.co : Grafiti bertuliskan Gayo High Land di selatan punggung gunung kota Takengon yang mulai rusak dimakan usia meresahkan pengunjung ke tempat tersebut.
Seperti dialami salah seorang wisatawan dari Jakarta yang ingin melihat kota Takengon dan danau Lut Tawar, Pudji beberapa hari lalu.
“Kita ngeri dibawah grafiti ini, ada bagian tulisan dari flat besi yang hampir copot, goyang-goyang ditiup angin,” ungkap Pudji.
Dia menyarankan agar dibongkar saja, karena selain sudah mulai rusak dan membahayakan pengunjung, tulisannya juga sudah tidak lengkap tidak ada huruf D serta mengganggu pandangan ke arah kota Takengon dan danau Laut Tawar.
“Lagian sudah grafiti pengganti dibawahya bertulis Tanoh Gayo, bagusnya ya dibongkar saja,” saran Pudji.
Sementara Reje Kampung Bale, Adi menyatakan kawasan tersebut masuk dalam wilayah kampung yang dipimpinnya. Secara lisan sudah dilaporkan kepada pihak terkait.
“Kita akan usulkan secara tertulis penurunan grafiti tersebut kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sebelum terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” ucap Adi. (WA)






