Takengon-LintasGayo.co : Film pendek yang digarap oleh siswa SMAN 4 Takengon, Hery Mulyadi dkk berhasil menjadi juara 2 dalam perlombaan yang digelar oleh Kementerian Pendidikan dan Kabudayaan (Kemendikbud) dengan tema Sekolah Ku Masa Depanku.
“Alhamduillah, film dokumenter kami yang berjudul Bangkit Indonesiaku tertera di daftar pemenang, sebagai juara 2,” ujar Hery Mulyadi, sebagai actor utama dalam karya tersebut, Jum’at 16 September 2016.
Dilansir dari website resmi Kemdikbud, perlombaan yang diadakan sejak bulan Agustus 2016, bertujuan untuk mengintip semangat revolusi mental, budi pekerti, rasa nasionalisme, pembelajaran kreatif dan keadaan sekolah yang menyenangkan dari berbagai sudut Indonesia. Sehingga, siapa pun yang menyaksikan film dokumenter ini akan tergugah untuk menanamkan nilai-nilai positif di dalamnya. Terlebih bagi remaja yang masih berstatus sebagai pelajar.
Anggota pembuatan film documenter ini ialah, Hery Mulyadi sebagai actor utama, Atahriansyah sebagai cameramen sekaligus editor, Iwan Suasana sebagai sutradara dan Fauzul Isra sebagai editor cadangan. Keempat remaja ini merupakan siswa kelas XII di SMA Negeri 4 Takengon.
Dikatakan Hery, pihaknya juga telah menjalin kerjasama dengan seorang Youtubers Ibukota, Roly Kurniadi admin channel Youtube Roll Media 2, kini film karya pemuda Gayo tersebut dapat kita tonton di Youtube. Dengan judul, “LOMBA VIDEO PENDEK KEMDIKBUD Sekolahku Masa Depanku – Bangkit Indonesia,” atau langsung kengklil link berikut https://www.youtube.com/watch?v=sCRCCXAXXqM.
Video dokumenter tersebut, telah dilihat lebih dari 6.500 penonton hingga hari ini peontonnya trus bertambah. Selain itu, dari video ini pula terakam jelas kegiatan belajar mengajar di SMA Negeri 4 Takengon yang menerapkan system pembelajaran kreatif dan menyenangkan.
Sebagai perwakilan dari tim, Atahriansyah mengungkapkan rasa syukur sekaligus ucapan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses pembuatan video documenter ini. Ia juga berharap, agar kedepannya semakin banyak karya-karya inovatif yang lahir dari ‘rahim’ para remaja gayo. “Semoga, langkah awal ini menjadi inspirasi bagi remaja lain. Dan sekaligus, menjadi tangga yang membawa nama gayo ke muka dunia,” tandasnya.
(Hilwa, Wirdha | DM)





