Takengon-LintasGayo.co : Bupati Aceh Tengah meminta warga kampung Kelitu bersyukur atas rahmat yang diberikan Allah karena kampung di sisi selatan danau itu indah dan subur.
“Kelitu sudah ditetapkan sebagai kampung percontohan oleh Bapak Gubernur Aceh, tentu karena memenuhi sejumlah persyaratan, karenanya mari kita bersyukur dan menjaga lingkungan agar tetap lestari,” imbau Bupati dalam sambutannya di acara launching Pilot Projek Gampong Iklim (Proklim) di Kelitu Kecamatan Bintang Aceh Tengah, Selasa 9 Agustus 2016.
Kedepan, kata Pak Nas, Aceh Tengah dan Bener Meriah akan lebih maju karena jalan masuk dan keluar sudah lebih baik dari sebelumnya. Juga Bandara Rembele sudah bisa didarati pesawat yang lebih besar.
“Orang pasti akan lebih banyak datang ke daerah kita, Ibarat Danau Lut Tawar banyak ikannya, jika tidak didukung dengan alat hasil kreatifitas maka ikan tidak akan bisa ditangkap. Begitu juga dengan kita, harus bersiap diri menyiapkan jaring. Kampung Kelitu terkenal dengan alpokatnya, kita siapkan jaring agar orang membeli alpokat,” ujar Bupati.
Begitu juga dengan kopi, papar Pak Nas, suguhkan kopi terbaik di tempat yang terbaik. Jangan suguhkan kopi ditempat yang penuh sampah.
“Jangan lagi buang sampah ke Danau Lut Tawar, walau hanya puntung rokok,” ungkap pak Nas.
Karena Kelitu juga sebagai kampung Wisata, lanjutnya, maka menanam kopi pun kedepannya lebih teratur agar indah dipandang mata, hal ini juga berkaitan dengan teknis budidaya kopi.
“Trend minum kopi sekarang sudah berubah. Sekarang orang ingin minum kopi di kebun kopi. Kita harus siap yang tentunya untuk pertumbuhan ekonomi lebih baik,” tandas Bupati.
Turut hadir ditempat tersebut kepala Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Aceh Tengah, Zikriadi mendampingi Kepala Bapedal Aceh. Bersama masyarakat juga hadir Ketua Koperasi Baitul Qiradh (KBQ) Baburrayyan, Rizwan Husin. (Khalis)





