Eya..! Film Kutukan Tak Bertuan Karya 2 Anak Gayo Lolos 5 Besar Eagle Award 2016

oleh

Ami dan Ariza Eagle AwardJakarta-LintasGayo.co : Film Kutukan Tak Bertuan : Mitos Indonesia Bebas Kusta 2019 karya 2 anak Gayo, Rahmi Rizki Murti dan Ariza Saputra dinyatakan lolos ke babak 5 besar film dokumenter bergengsi di Indonesia Eagle Award 2015.

Seperti dilansir dari moviegoersmagazine.com, tiga juri yang terdiri dari Seno Gumira Ajidarma (penulis/budayawan), Sha Ine Febrianti (aktris/sutradara) dan Lela S. Chudori (penulis/kritikus film) mengumumkan lima film dokumenter lolos seleksi menyisihkan lima film dokumenter lainnya dalam Eagle Award Pitching Forum 2016 yang digelar pada 26 Juli 2016 di Grand Studio MetroTV.

Kelima film yang dinyatakan lolos adalah :

  1. Aku perlu Tahu (Mufti Rasyid & Fery Sriafandi Sal, Jawa Timur).
  2. Aplikasi Programmer Cilik untuk Wong Cilik yang sakit (Ruth Angela Christie Kirana & Asep Saka Saputra, DKI Jakarta).
  3. Kutukan Tak Bertuan: Mitos Indonesia Bebas Kusta 2019 (Rahmi Rizqi & Ariza Saputra, Gayo-Aceh).
  4. Mama Amamapare (Yonri Soesanto Revolt & Febian Kakisina, Papua).
  5. Merangkul ODHA–Lutfi Yulisa & Muhamad Burhan (Lampung).

Mereka berhak mendapatkan beasiswa pendidikan dan produksi film dokumenter dari Eagle Institute Indonesia. Selanjutnya mereka akan mengikuti pelatihan untuk memvisualisasikan ide cerita yang dibuat. Pelatihan akan berlangsung mulai 27 Juli 2016 sampai 3 Agustus 2016.

Rahmi Rizki Murti akrab disapa Ami kepada LintasGayo.co, Jum’at 29 Juli 2016 mengaku bahagia sekaligus haru atas raihan ini.

Film yang dia garap bersama Ariza merupakan refresentatif dunia kesehatan di Indonesia khususnya di dataran tinggi Gayo dengan mengangkat ide ceria penderita kusta yang diasingkan dari pergaulan hidup orang banyak di Kabupaten Gayo Lues.

“Setelah ini film dokumenter Kutukan Tak Bertuan akan diproduksi dengan pembiayaan dari Eagle Award Metro TV,” kata Ami.

Tak lupa Ami dan Ariza mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah membantu dalam proses syuting awal beberapa waktu lalu.

“Perjuangan ini belum selesai, kita pasti semua berharap film ini menjadi yang terbaik dari 4 film lainnya,” tandas Ami.

(Darmawan Masri)

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.