Pesantren Terpadu Nurul Islam Blang Rakal Batasi Penerimaan Santri Baru

oleh

Oleh : Fathan Muhammad Taufiq*

Santri Baru Pesantren Nurul Islam Belang RakalEksistensi dan kualitas pendidikan di Pesantren Terpadu Nurul Islam yang berlokasi di Belang Rakal, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah sebagai salah satu lembaga pendidikan yang memadukan ilmu pengetahun dan teknologi (Iptek) dengan keimanan dan ketaqwaan (Imtaq) serta akhlaqul karimah, terus coba dipertahankan oleh segenap pengurus Yayasan Pengembangan Sumber Daya Insani (YPSDI) dan seluruh jajaran tenaga pengajar di pesantren yang sudah berdiri sejak tahun 2000 itu.

Salah satu upaya mempertahankan kualitas pendidikan tersebut, terlihat pada penerimaan santri baru pada tahun ajaran 2016/2017 ini. Hal ini terungkap pada saat digelar acara serah terima santri dari wali santri kepada pengurus pesantren hari Minggu (17/7/2016) bertempat di Masjid Nurul Islam, Belang Rakal. Dalam kesempatan tersebut Ustadz Syahri Ramadhan, S Pd I selaku Ketua Panitia Penerimaan Santri Baru mengungkapkan bahwa pada tahun ini, Pesantren Terpadu Nurul Islam hanya menerima 167 santri baru, meskipun jumlah pendaftar lebih dari 200 orang. Lebih lanjut Rmadahan merincikan bahwa santri baru yang diterima di pesantren ini terdiri dari 123 santri tingkat Tsanawiyah yang terdiri dari 61 santriwan dan 61 santriwati serta 44 santri baru untuk tingkat Aliyah, terdiri dari 19 santriwan dan 25 santriwati.

Menurut Ramdhan, pembatasan jumlah santri baru yang diterima pada tahun ini, adalah salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas peserta didik dengan penerapan intensif learning, dimana setiap kelas hanya diisi sekitar 30 santri,

“Dengan penerapan intensif learning ini, kami berharap seluruh santri bisa memperoleh pelayanan pendidikan secara maksimal, karena dalam satu kelas hanya akan diisi oleh 30an santri,” ungkap Ramadhan, selain itu pola penerimaan santri baru tahun ini menggunakan sistim seleksi ketat, khususnya dalam hal kemapuan baca tulis Alqur’an.

“Untuk calon santri yang tidak mampu memenuhi standar seleksi baca tulis Alqur’an yang telah ditetapkan, mohon maaf, kami terpaksa tidak bisa menerima calon santri tersebut di pesantren kami, karena itu syarat untama untuk masuk ke lembaga pendidikan ini,” sambung Ramadhan.

Lebih lanjut Ramadhan mengungkapkan bahwa santri lama pada tahun 2016 ini berjumlah sekitar 600 santri yang sedang menempuh pendidikan pada jenjang menengah pertama (tsanawiyah) dan jenjang mengah atas (aliyah). Ustadz muda ini juga menyampaikan bahwa tingkat kelulusan santri pada tahun 2016 di pesantren ini 100 persen, dan beberapa diantara para santri lulusan Aliyah juga diterima di berbagai perguruan tinggi negeri baik melalui jalur pengiriman maupun jalur penerimaan mahasiswa baru secara regular.

Dalam acara temu penyerahan santri baru dan silaturrahmi antara pihak pesantren dengan para wali santri tersebut, Pimpinan Pesantren Ustad Adma Soepandin, S Pd I mewakili ketua YPSDI Pusat Drs. Riswan Sentosa, menyampaikan ucapan selamat datang kepada para santri baru serta menyampaikan salam dari pendiri pesantren H. Wahab Rahmatsyah yang tidak bisa hadir dalam pertemuan tersebut. Dihadapan sekitar 200 orang wali santri, Adma berharap agar selalu mengembangkan sikap keterbukaan dan saling berkomunikasi antara pihak pesantren dengan para wali santri.

“Dengan adanya keterbukaan dan komunikasi yang baik, Insya Allah semua permasalahan yang ada di pesantren ini baik menyangkut dengan santri, sistim pendidikan maupun pengelolaan pesantren dapat dicarikan solusi terbaiknya,” ungkap Adma, sehingga tidak ada ganjalan antara pihak orang tua santri dengan para pengelola pesantren, lanjutnya.

Dalam kesempatan temu ramah tersebut, Adma juga mengungkapkan bahwa seluruh jajaran pengelola pesantren akan terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di pesantren yang menjadi kebanggaan warga Gayo ini dengan merekrut tenaga pengajar yang memiliki kompetensi sehingga para santri di pesantren ini bampu berkompetensi dengan siswa-siswa dari sekolah umum,

“Alhamdulillah, beberapa tahun terkahir, banyak alumni pesantren yang sudah menyelesaikan kuliahnya dalam berbagai disiplin ilmu, dengan sukarela mau mengabdikan diri untuk memajukan almamter mereka,” lanjut Adma.

“Namun demikian, pendidikan akhlaq tetap menjadi focus utama, kami menginginkan alumni dari pesantren ini selain pintar juga harus bermoral dan berakhlak mulia, karena ini tujuan awal ketika orang tua kita H. Wahab Rahmatsyah mendirikan pesantren ini pada tahun 2000 yang lalu,” pungkas Adma.

Di akhir acara, dr Jamaluddin, yang mewakili para wali santri baru, secara simbolis menyerahkan para santri untuk dididik di pesantren Nurul Islam ini, dalam pesan singkatnya Jamluddin yang sudah menyekolahkan 3 putra putrinya di pesantren ini berharap agar para ustadz dan ustadzah mampu mendidik para santri dengan baik, Sementara Ustadz Adma yang menerima penyerahan santri secara simbolis tersebut menyatakan kesiapannya untuk menjaga amanah yang dititipkan oleh para wali santri.

*) Salah seorang wali santri Pesantren Nurul Islam, Belang Rakal.

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.