Takengon-LintasGayo.co :Rabu 15 Juni 2016, International Coffee Workshop, di Takengon resmi dibuka oleh Bupati Aceh Tengah yang diwakili Sekda, Karimansyah, di Opsroom Setdakab setempat. Workshop tersebut tampak diramaikan oleh mahasiswa dari Hong Kong University.
Acara yang digelar oleh Rainforest Coffee, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Takengon dan Universitas Gajah Putih, bertajuk Behind The Fair Trad Label “The story of Gayo Coffee, akan digelar selama 4 hari, 15-18 Juni 2016.
Perwakilan Rainforest Coffee, Anggia Sitanggang mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meninformasikan segalanya tentang kopi. “Semua proses tentang kopi, termauk pola perdagangan mulai dari petani hingga ke buyer pembeli kopi juga dibahas dalam workshop ini,” terangnya.
Ia berharap, melalui workshop ini diharapkan mampu membangkitkan semangat generasi muda di Gayo untuk lebih objektif melihat fenomena kopi. “Rasa bangga, Gayo memiliki cita raa kopi terbaik di dunia harus terus dipupuk dalam diri generasi mudanya,” tegas Anggia.
Sementara itu, Sekda Aceh Tengah, Karimansyah dalam sambutannya mengatakan, agar mahasiswa dapat memberikan informasi yang benar kepada mahasiswa Hong Kong University. “Berikanlah informasi yang benar kepada mereka yang datang dari jauh, sehingga mereka mempunyai bekal yang cukup terkait dengan sosial budaya, maupun aspek-aspek lain termasuk kopi Gayo,” katanya.
Disampaikan juga, bahwa perkebunan kopi di Gayo tidak ada dikuasai oleh perusahaan. “Rakyatlah yang memiliki perkebunan kopi di Gayo. Pemkab, berkomitmen meningkatkan kualitas dan sertifikai kopi Gayo, karena memang sebagian besar masyarakatnya bergantung dari kopi,” tegas Karimansyah.
Amatan, LintasGayo.co workshop kopi international ini membahas tentang daerah asal kopi, tak lupa mahasiswa Hong Kong juga mengenalkan diri. Pembahasan dilanjutkan mulai dari letak geografis, budaya dan gaya hidup.
(Hilwa Hrf | DM)