Banda Aceh-LintasGayo.co : Dayah Insan Qur’ani Aceh Besar melaksanakan Ujian tulis mulai hari ini Senin, 14 Desember 2015, sebelumnya telah mengadakan ujian Lisan selama satu minggu termasuk didalamnya mata pelajaran Matematika.
Disela-sela kesibukannya persiapan pelaksanaan ujian, kepala Madrasah Aliyah Insan Qur’ani Ust. Wahyu Saputra menjawab pertanyaan LintasGayo.co tentang persiapan para santri dalam menghadapi ujian dan apakah pelajaran di IQ overload?
“Pesantren bertujuan untuk memberikan kunci-kunci ilmu kepada santrinya, kunci inilah yang kemudian akan digunakn oleh mereka setelah keluar dari pesantren, dengan kunci-kunci itu mereka bisa membuka lemari-lemari ilmu yang mereka inginkan,” jelas Ust. Wahyu
Artinya, pesantren bukanlah tempat untuk mengembangkan atau mendalami satu bidang ilmu, karna hal itu tidak akan pernah cukup dalam waktu 3-6 tahun, akan tetapi pesantren adalah tempat dimana anak-anak di didik untuk mengtahui semua jenis ilmu dan kuncinya, lanjut Alumni Pondok Modern Gontor ini.
“Dengan adanya kunci-kunci ilmu itu, maka akan sangat mudah bagi mereka untuk membuka lemari-lemari ilmu yang mereka sukai, maka, pesantren adalah tempat pendidikan calon guru, calon pemimpin, calon dokter, calon pengusaha, calon politikus, calon penceramah, imam, kontraktor, dan lain-lain,” terangnya.
Oleh karena itu, tugas pesantren adalah mendesain kunci yang benar dan tepat, jangan sampai kunci yang dikasih gak bisa dipake di kemudian hari, begitu juga para santri harus menyadari mereka hanya punya kunci, Wallahu musta’an,” tutup ust. Wahyu.(WA)





