Fikrah Gagas Seminar “Mujahid Islam Tanoh Gayo”

oleh

Banda Aceh-LintasGayo.co : FORUM Ikhwah Rantau Aceh Tengah Bener Meriah (FIKRAH) Banda Aceh gelar seminar Gayo dengan tema “Mujahid Islam Tanoh Gayo” bersama pemateri Drs. H. Mahmud Ibrahim. Darussalam, Gedung Rektorat UIN Ar-Raniry Minggu (15/11/2015).

Kegiatan ini merupakan program sekaligus kegiatan rutin setiap tahunnya dengan nama SIMAYO (Silaturrahim Mahasiswa Gayo), dengan berkonsepkan seminar.  Di sisi lain kegiatan ini juga bertujuan untuk membangun solidaritas antara mahasiswa/i organisasi FIKRAH (Forum Ikhwah Rantau Aceh Tengah-Bener Meriah) dengan Mahasiswa baru yang berasal dari wilayah tengah Aceh. Kegiatan ini sekaligus menjadi tahap awal perekrutan anggota baru FIKRAH Banda Aceh tersebut.

Diselingi dengan silaturrahim dan berjalannya waktu, seminar ini mencoba merilis sebuah materi yang membangkitkan semangat para mahasiswa/i Gayo yang dalam memahami bagaimana sebenarnya mozaik Islam di tanoh Gayo dalam lintas sejarah Islam sesuai dengan tema. “Seperti yang diketahui bahwa mozaik Islam dalam garis besar merupakan gambaran atau susunan Islam. Gambaran maupun susunan Islam tersebutlah mereka mencoba merilis gambaran ataupun susunan dalam lintas sejarah Islam. Baik awal masuknya Islam ke tanoh Gayo, siapa urang Gayo, maupun cerita-cerita historis keberadaan urang Gayo itu sendiri yang pertama kali menginjakkan kaki di sana.”

Disamping itu bahwa sanya “kegiatan Simayo ini sudah seharusnya dijalankan pada Minggu,  01 November lalu dalam konteks city tour Banda Aceh atau berkeliling Banda Aceh. Namun karena ada sesuatu dan lain hal, sehingga memutuskan untuk di undur pada hari ini.” Ujar Zikra Juninawan selaku ketua panitia.

Diskusi yang indah dan menarik perhatian peserta dan undagan menghadiri acara tersebut. Dari metode menyampaikannya, sehingga diskusi ini menarik dan sangat luar biasa. Alhamdulillah, bisa berdiskusi langsung dengan penulis buku Mujahid Dataran Tinggi Gayo ini. Setidaknya menjadi suatu harapan generasi bangsa, terutama generasi penerus tanoh Gayo. Sehingga dapat menjadi lintas generasi bagi mujahid-mujahid yang ada di tanoh Gayo itu sendiri untuk masa depan yang akan datang nanti. Ujar Ketum FIKRAH.

Drs. H. Mahmud Ibrahim juga berharap bahwasanya “kedepan ada generasi-generasi yang baru untuk dalam mendalami dan mengamalkan apa yang di sampaikan pada hari ini, setidaknya menjadi salah satu jejak penerus masa depan yang akan datang. Dan memohon agar meneliti sejarah Islam di Gayo dengan penelitian ke Malaysia, Thailand Selatan dan di sesuaikan dengan kisah atau sejarah yang berada di tanah Lingga”.

(JW_Junaidi Win Delung : SY)

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.